Sherina Munaf Padamkan Bara Karhutla di Palangka Raya

  • Whatsapp
Sherina Munaf padamkan karhutla
Sherina Munaf Padamkan Bara Karhutla di Palangka Raya . (Foto : Captured Sherina Muran

PALANGKA RAYA, BULLETIN – Kepedulian Sherina Munaf terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah tidak hanya sebatas seruan di media sosial. Aktris sekaligus penyanyi ini dilaporkan telah turun langsung ke Palangka Raya sejak 31 Agustus 2026, berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan dan BKSDA Kalteng, serta ikut serta dalam upaya pemadaman bara api di TWA Galeget Tiawu.

Keterlibatan Sherina Munaf padamkan karhutla di Palangka Raya ini terkonfirmasi dari berbagai laporan media pada 2-3 September 2026, menunjukkan komitmennya di tengah kepungan asap. Ia juga turut membantu penanganan di sekitar Universitas Palangka Raya dan menyalurkan logistik bersama Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF).

Selama berada di Kalimantan Tengah, Sherina Munaf padamkan karhutla dan mengunjungi beberapa lokasi yang terdampak. Ia berkoordinasi dengan petugas Dinas Kehutanan dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, sekaligus memberikan dukungan moral kepada para relawan yang berjuang di lapangan.

Salah satu lokasi krusial yang didatangi Sherina Munaf adalah kawasan konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Galeget Tiawu. Di tempat tersebut, ia tidak hanya menyaksikan proses penanganan, tetapi juga aktif membantu petugas memadamkan bara api yang kembali muncul, sebuah tindakan nyata dalam upaya Sherina Munaf padamkan karhutla.

Dalam unggahan di media sosialnya, Sherina Munaf mengungkapkan bahwa tim BKSDA Kalteng telah berjuang memadamkan api selama delapan hari. Setelah sempat padam dua hari, bara api kembali menyala, menandakan tantangan besar dalam upaya pemadaman karhutla. Kehadiran Sherina Munaf padamkan karhutla memberikan semangat baru bagi tim.

Selama sekitar satu jam, Sherina Munaf ikut berjibaku memastikan bara api benar-benar padam agar tidak kembali berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar. Kondisi di lokasi sangat sulit, dengan asap tebal dan jarak pandang yang rendah, menjadi saksi perjuangan Sherina Munaf padamkan karhutla.

“Sejam usaha madamin bara-bara yang muncul cukup menguras energi. Asap kencang sekali, visibilitas rendah,” kata Sherina Munaf.

Ia juga menyuarakan apresiasinya kepada para petugas dan relawan yang bekerja berjam-jam, bahkan menginap di lapangan, untuk mencegah api kembali menjalar. Dedikasi ini menjadi inspirasi bagi Sherina Munaf padamkan karhutla.

Asap Terasa Sejak dari Pesawat

Dampak karhutla sudah dirasakan Sherina Munaf bahkan sebelum pesawatnya mendarat di Palangka Raya. Perjalanannya dari Jakarta sempat tertunda akibat jarak pandang yang terganggu asap tebal. Saat pesawat mulai turun untuk mendarat, daratan tampak keruh dan hampir tidak terlihat.

Berita Pilihan :  Camat Lamba Leda Utara Minta Maaf ke BNPB, Luruskan Polemik Bantuan Gempa

“Ketika mulai descending untuk landing mulai keruh sampai tidak kelihatan apa-apa. Itu bukan awan, tapi itu adalah asap,” kata Sherina Munaf dalam unggahannya.

Bau asap bahkan tercium hingga ke dalam kabin pesawat, membuat Sherina Munaf mengenakan masker setelah merasakan ketidaknyamanan pada tenggorokannya. Pengalaman ini semakin membulatkan tekadnya untuk turut serta dalam upaya Sherina Munaf padamkan karhutla.

Setelah tiba di Palangka Raya, ia langsung menemui petugas Dinas Kehutanan dan berkoordinasi dengan BKSDA Kalteng. Bersama Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Sherina juga membawa bantuan logistik untuk mendukung petugas dan relawan yang masih bekerja menangani karhutla.

Dari Pemadaman hingga Peduli Orangutan

Perhatian Sherina Munaf terhadap karhutla juga meluas ke dampaknya terhadap satwa liar. Ia mengunjungi fasilitas BOSF di Nyaru Menteng untuk melihat kondisi orangutan di kawasan rehabilitasi yang juga terancam oleh dampak asap karhutla.

Sekitar 200 individu orangutan berada di pusat rehabilitasi tersebut dan turut menghadapi ancaman asap. Oleh karena itu, penanganan kebakaran tidak hanya tentang keselamatan manusia dan lahan, tetapi juga keberlangsungan habitat serta satwa yang bergantung pada ekosistem hutan. Ini menjadi bagian penting dari misi Sherina Munaf padamkan karhutla.

Sherina Munaf kemudian melanjutkan kegiatannya ke kawasan Universitas Palangka Raya (UPR), di mana titik kebakaran dilaporkan berada sekitar 200 meter dari gedung Fakultas MIPA. Ia turut membantu mahasiswa dan relawan yang menangani bara di kawasan tersebut.

Selain turun langsung ke lokasi, Sherina Munaf juga menggalang donasi untuk membantu kebutuhan petugas dan relawan di lapangan. “Untuk saat ini aku fokuskan kepada pengumpulan donasi untuk membantu teman-teman pejuang lapangan yang luar biasa banget,” kata Sherina saat ditemui di lokasi karhutla UPR.

Kehadiran Sherina Munaf di garis depan penanganan karhutla menunjukkan bahwa persoalan kebakaran hutan dan lahan lebih dari sekadar api yang harus dipadamkan. Di balik bara yang kembali menyala, terdapat persoalan asap, keselamatan warga, ancaman terhadap satwa, hingga beban berat yang harus ditanggung petugas dan relawan di lapangan. Bagi Sherina, turun langsung adalah cara untuk melihat persoalan dari dekat dan memberikan dukungan nyata kepada mereka yang setiap hari berjuang.

Pos terkait