JAKARTA, BULLETIN – PERSIB Bandung memilih untuk tidak terburu-buru memikirkan laga pembuka AFC Champions League (ACL) Two 2026/27. Tim berjuluk Pangeran Biru ini sepenuhnya PERSIB fokus Persija Jakarta dalam duel klasik di Super League, sebelum menghadapi debut di kompetisi Asia yang hanya berjarak empat hari.
Skuad asuhan Igor Tolic ini akan terlebih dahulu melakoni pertandingan pekan kedua Super League 2026/27 melawan Persija di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Sabtu, 12 September 2026. Setelah laga krusial tersebut, PERSIB harus segera bertolak ke Korea Selatan untuk menghadapi FC Seoul pada Rabu, 16 September 2026.
Jadwal yang sangat padat ini menyisakan waktu efektif sekitar tiga hari bagi PERSIB untuk melakukan pemulihan kondisi pemain serta mempersiapkan strategi untuk pertandingan berikutnya. Namun, Tolic tidak ingin mengambil keputusan prematur mengenai komposisi tim yang akan diboyong ke Korea Selatan.
Tolic menyatakan akan menunggu kondisi terkini para pemainnya setelah pertandingan melawan Persija. Faktor kebugaran dan potensi cedera menjadi pertimbangan utama sebelum menentukan skuad untuk menghadapi FC Seoul di ajang Asia. Prioritas utama saat ini adalah laga melawan Persija.
“Ya, perjalanan ke Korea. Saya belum tahu, kita lihat saja siapa yang sehat dan siapa yang cedera,” kata Igor Tolic, Pelatih PERSIB.
Sikap ini menegaskan bahwa PERSIB tidak ingin mengambil risiko dengan menentukan skuad untuk laga Asia sebelum mengetahui kondisi fisik para pemain setelah menjalani pertandingan berintensitas tinggi melawan Persija. Pelatih menegaskan PERSIB fokus Persija sepenuhnya.
Duel kontra Persija sendiri memiliki bobot tersendiri. Selain menjadi pertandingan kedua PERSIB di Super League musim 2026/27, laga di SUGBK merupakan salah satu pertandingan paling bergengsi dalam kalender sepak bola Indonesia. Kemenangan atas Persija akan menjadi modal penting bagi PERSIB fokus Persija.
Karena itu, perhatian PERSIB saat ini sepenuhnya diarahkan kepada laga tersebut. Tolic menilai pembahasan mengenai jumlah pemain dan komposisi skuad untuk perjalanan ke Korea Selatan baru dapat dilakukan setelah kondisi tim diketahui secara menyeluruh. Hal ini menunjukkan PERSIB fokus Persija adalah prioritas.
“Jadi kita lihat berapa banyak yang dibawa ke Korea. Sekarang fokus ke Persija dulu,” ujar Tolic.
Keputusan untuk tidak memikirkan laga FC Seoul terlalu dini juga berkaitan erat dengan manajemen kebugaran pemain. Dengan jeda hanya empat hari, PERSIB harus mampu menjaga keseimbangan antara target meraih hasil positif di laga domestik dan kebutuhan menyiapkan tim untuk persaingan di tingkat Asia. Ini menjadi tantangan besar bagi PERSIB fokus Persija.
Pertandingan melawan Persija bahkan dapat menjadi titik penting dalam menentukan kesiapan PERSIB menghadapi agenda berikutnya. Kondisi pemain setelah laga tersebut akan menentukan apakah Tolic dapat membawa skuad utama secara penuh atau harus melakukan penyesuaian yang signifikan.
Bagi PERSIB, tantangan terbesar bukan hanya kualitas lawan, tetapi juga jadwal yang padat. Hal ini menuntut kemampuan mengelola tenaga, pemulihan pemain, dan kedalaman skuad yang optimal. Pelatih Tolic memastikan PERSIB fokus Persija akan dilakukan.
Untuk saat ini, Tolic menegaskan tidak ingin membagi konsentrasi. Persija menjadi prioritas utama sebelum PERSIB memikirkan perjalanan panjang menuju Korea Selatan. Setelah laga di SUGBK berakhir, barulah PERSIB akan menghadapi persoalan berikutnya: menentukan siapa yang cukup bugar untuk menjalani debut ACL Two 2026/27 melawan FC Seoul.
Dengan demikian, duel Persija bukan hanya menjadi pertarungan gengsi di awal musim, tetapi juga menjadi ujian awal bagi kemampuan PERSIB mengelola jadwal padat di tengah tuntutan kompetisi domestik dan Asia. Ini adalah kunci bagi PERSIB fokus Persija dan laga selanjutnya.






