PALU, BULLETIN.ID – Sebanyak 481 mahasiswa baru UIN Datokarama Palu mendaftar sebagai calon penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2026. Dari jumlah tersebut, hanya 230 mahasiswa yang akan menerima beasiswa sesuai kuota yang diberikan pemerintah.
Persaingan tersebut semakin mengerucut setelah 400 pendaftar dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi dan melanjutkan ke tahap wawancara yang digelar di UIN Datokarama pada 25 September 2026.
Dengan kondisi tersebut, proses seleksi menjadi tahap penting untuk memastikan penerima beasiswa benar-benar mahasiswa yang memenuhi kriteria dan membutuhkan dukungan pendidikan tinggi.
Rektor UIN Datokarama, Lukman Thahir, menegaskan proses seleksi harus berjalan secara transparan dan bebas dari nepotisme.
“Nepotisme merusak moral dan integritas para pengelola KIP, serta merusak moral dan integritas perguruan tinggi ini. Oleh karena itu, jangan ada nepotisme dalam seleksi beasiswa KIP,” tegas Lukman di Palu, Sabtu (26/9/2026).
Ia mengatakan UIN Datokarama mendapat kepercayaan pemerintah untuk menyelenggarakan program KIP Kuliah karena beasiswa tersebut ditujukan membantu mahasiswa dari kelompok ekonomi menengah ke bawah agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi.
Menurut Lukman, pengelola KIP memiliki tanggung jawab memastikan bantuan pendidikan diberikan kepada mahasiswa yang memenuhi persyaratan dan benar-benar menjadi sasaran program.
“Tugas pengelola beasiswa KIP yaitu memastikan generasi muda ekonomi menengah ke bawah yang memenuhi syarat agar menerima beasiswa tersebut,” ujarnya.
Ia menekankan proses seleksi harus mengikuti ketentuan dan tahapan yang telah ditetapkan pemerintah. Prinsip akuntabilitas dan transparansi menjadi penting karena jumlah pendaftar jauh lebih besar dibandingkan kuota penerima.
Tahun ini, UIN Datokarama memperoleh kuota 230 penerima KIP Kuliah dari 481 pendaftar. Sebanyak 400 pendaftar telah melewati seleksi administrasi dan mengikuti wawancara sebagai bagian dari proses penentuan penerima.
UIN Datokarama menyatakan proses tersebut diarahkan untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan pemerintah terhadap pengelolaan program beasiswa sekaligus memastikan bantuan pendidikan menjangkau mahasiswa yang membutuhkan.
Bagi ratusan mahasiswa yang mengikuti proses seleksi, KIP Kuliah menjadi salah satu peluang untuk mempertahankan keberlanjutan pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi.






