Kalla Toyota Kuasai 41,1 Persen Pasar Sulawesi

  • Whatsapp
Kalla Toyota Kuasai 41,1 Persen Pasar Sulawesi. (Foto:Ist)

PALU, BULLETIN.ID – Kalla Toyota mencatat pangsa pasar sebesar 41,1 persen di empat provinsi wilayah Sulawesi pada September 2026. Capaian tersebut meningkat 2,3 poin persentase dibandingkan Agustus 2026 dan menjadi modal perusahaan untuk mendorong penjualan melalui gelaran Toyota Auto Show.

Marketing General Manager Kalla Toyota, Suliadin, mengatakan peningkatan pangsa pasar itu menunjukkan kinerja penjualan perusahaan yang positif di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.

“Berdasarkan data performa penjualan pada September 2026, Kalla Toyota mencatatkan market share yang solid pada empat provinsi area penjualannya, yakni sebesar 41,1 persen. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan hingga 2,3 persen dibandingkan periode Agustus 2026,” ujar Suliadin dalam keterangan perusahaan.

Untuk mempertahankan momentum tersebut, Kalla Toyota menggelar Toyota Auto Show secara serentak di seluruh cabang pada 15–25 Oktober. Pameran ini menawarkan berbagai program pembelian mobil baru Toyota maupun mobil bekas berkualitas, disertai hadiah khusus bagi pelanggan yang melakukan pemesanan selama kegiatan berlangsung.

Sejumlah program yang ditawarkan pada Oktober meliputi SmartUpgrade 2.0 dengan skema uang muka yang dapat dibayar dua kali, program bebas tukar tambah untuk semua merek, serta gratis asuransi hingga dua tahun.

Melalui program tersebut, Kalla Toyota berupaya memberikan alternatif pembelian kendaraan sesuai kebutuhan dan kemampuan pelanggan, sekaligus menjaga tren penjualan hingga akhir 2026.

Suliadin menyatakan perusahaan akan terus mengembangkan inovasi layanan dengan mengusung tagline “Semua Lebih Mudah”. Strategi tersebut diarahkan untuk memperkuat pelayanan pelanggan dan mempertahankan posisi Kalla Toyota di pasar otomotif Sulawesi.

Meski mencatat pangsa pasar 41,1 persen, tantangan berikutnya bagi Kalla Toyota adalah menjaga pertumbuhan penjualan di tengah persaingan industri otomotif. Keberlanjutan capaian tersebut akan bergantung pada daya tarik program penjualan, kualitas layanan, serta kemampuan perusahaan menjawab kebutuhan konsumen di empat provinsi wilayah operasionalnya.

Pos terkait