Pekerja Digital Cenderung Mengalami Penurunan Semangat Juang

  • Whatsapp
foto; pixabay

BULLETIN.ID – Pekerja era digital sering dihadapkan pada tantangan unik yang dapat mempengaruhi semangat dan motivasi mereka. Namun, tidak dapat dikatakan secara umum bahwa “fighting spirit” (semangat juang) pekerja era digital cenderung menurun secara keseluruhan.

Meski manfaat  digitalisasi juga sangat terasa untuk para pekerja dan pemilik perusahaan. Kini, pekerjaan menjadi lebih mudah untuk selesai dengan bantuan teknologi.

Namun, ada beberapa anggapan bahwa kehidupan era digital juga membawa perubahan negatif. Contohnya adalah fighting spirit pekerja yang cenderung menurun.

Fighting spirit atau semangat juang adalah dorongan internal yang memotivasi seseorang untuk tetap bersemangat dan berjuang menghadapi tantangan. Ini juga merupakan nilai penting untuk pekerja miliki untuk mencapai kesuksesan dalam karier mereka.

Ketika terdapat penurunan semangat juang, hal ini dapat berdampak negatif pada kinerja dan produktivitas. Teknologi digital bisa menurunkan semangat juang karena beberapa alasan, antara lain:

Dirangkum dari halodoc berikut adalah penyebab pekerja digital cenderung mengalami penurunan fighting spirit

1. Teknologi menimbulkan gratifikasi instan

Dengan adanya akses teknologi yang mudah, kamu bisa mendapatkan informasi tentang banyak hal hanya dalam beberapa detik. Cukup dengan beberapa klik, kamu bisa melihat pesan, melakukan panggilan video, mengakses berita terkini, hingga melihat hiburan seperti musik, film, dan permainan. 

Kecepatan dalam interaksi ini menimbulkan hal yang bisa kamu sebut dengan gratifikasi instan, yaitu perasaan puas yang seseorang dapatkan secara cepat tanpa perlu proses yang panjang. Ketika pekerja sudah terbiasa dengan gratifikasi instan, mereka akan cenderung menjadi lebih malas untuk berusaha keras dan tidak memiliki daya juang.

2. Mudahnya terdistraksi

Keberadaan teknologi juga memberikan penggunanya terhadap berbagai pilihan aktivitas dalam satu layar saja. Terlalu banyaknya pilihan konten yang bisa kamu konsumsi dapat membuatmu mudah terdistraksi dan menghambat produktivitas. 

Berita Pilihan :  Sekkot Buka Diklat Bermuatan Pancasila Dan Wawasan Kebangsaan Berbasis Kearifan Lokal  

Kemampuan fokus juga bisa menurun jika kamu terlalu sering menonton atau membaca konten yang berdurasi pendek. Karena ini, memiliki hasrat untuk berjuang yang membutuhkan fokus tinggi dan motivasi yang tidak fluktuatif bisa menjadi hal yang sulit bagi para pekerja. 

3. Lebih terisolasi dan individualistis

Meski media sosial hadir dengan tujuan untuk menghubungkan berbagai individu meskipun terpisah jauh secara jarak, seringkali penggunaanya malah memberikan efek sebaliknya. 

Beberapa penelitian terdahulu menyatakan bahwa individu yang menggunakan sosial media secara intens cenderung lebih rawan merasa terisolasi secara sosial daripada individu yang tidak sering menggunakan media sosial.

Ketika seseorang sudah menumbuhkan rasa individualistis, akan sulit untuk mengerti kepentingan tim dan bekerja sama. Alhasil, target yang perusahaan berikan tidak tercapai dengan baik. 

4. Rawan perasaan burnout

Teknologi memungkinkan kita untuk melakukan banyak hal sekaligus. Misalnya, kita dapat membuka beberapa aplikasi secara bersamaan, memeriksa email, dan mengerjakan tugas lainnya. Meskipun multitasking mungkin terlihat efisien, namun sebenarnya dapat memicu burnout datang lebih cepat. 

Jika pekerja telah merasakan kelelahan mental dan fisik akibat jumlah pekerjaan yang terlalu banyak, tentu saja bisa menyebabkan penurunan motivasi secara bertahap. Rasa fighting spirit pekerja akan teredam selama beberapa waktu hingga perasaan burnout ini bisa teratasi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui Cara Mengatasi Burnout Akibat Terlalu Lelah Bekerja.

Itulah beberapa dampak teknologi digital terhadap fighting spirit pekerja. Kalau kamu mengalami masalah mental yang berhubungan dengan pekerjaan yang dikuttip drai halodoc. ***

Pos terkait