BANGGAI LAUT – Operasi pencarian korban perahu jenis katinting yang terbalik di perairan Desa Mandel, Kecamatan Bokan Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, akhirnya membuahkan hasil.
Setelah dilakukan pencarian intensif oleh tim SAR gabungan, korban terakhir yang sebelumnya dinyatakan hilang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (1/7/2026).
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) resmi dinyatakan selesai. Peristiwa ini sekaligus menutup upaya pencarian selama dua hari terhadap tiga penumpang perahu, di mana dua orang berhasil selamat dan satu orang meninggal dunia.
Korban yang ditemukan diketahui bernama Irman Dulati alias Adi (26). Jasadnya ditemukan mengapung sekitar 1,16 mil laut dari lokasi kejadian pada koordinat 2°1’39.74″S – 123°50’53.57″E sekitar pukul 09.35 WITA.
Usai ditemukan, tim SAR gabungan segera mengevakuasi jenazah menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju Pelabuhan Banggai Laut dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka.
Kepala Subseksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Rusmadi, mengatakan pencarian dimulai sejak pagi hari dengan mengerahkan seluruh kekuatan tim SAR gabungan.
Sebelum operasi dimulai, seluruh personel mengikuti briefing untuk memastikan kesiapan personel, alat utama, pembagian sektor pencarian, serta penerapan prosedur keselamatan sesuai standar operasional Basarnas.
Tim kemudian dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) yang menyisir area pencarian menggunakan RIB Basarnas dan perahu nelayan hingga radius delapan mil laut dari lokasi kecelakaan. Selain penyisiran di laut, informasi mengenai korban juga disebarluaskan kepada nelayan yang beraktivitas di sekitar pesisir untuk memperluas jangkauan pencarian.
“Korban akhirnya berhasil ditemukan sehingga operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” kata Rusmadi.
Dalam operasi tersebut, unsur SAR gabungan yang terlibat terdiri atas Tim Rescue Unit Siaga SAR Banggai Laut, BPBD Banggai Laut, Babinsa, Bhabinkamtibmas, aparat pemerintah setempat, serta masyarakat nelayan yang turut membantu pencarian.
Insiden ini melibatkan tiga orang penumpang perahu katinting. Dua korban, yakni Darwis (35) dan Aken (30), berhasil menyelamatkan diri, sedangkan Irman Dulati alias Adi (26) ditemukan meninggal dunia.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat tingginya risiko pelayaran menggunakan perahu tradisional di wilayah kepulauan, terutama ketika menghadapi kondisi cuaca dan gelombang yang dapat berubah dengan cepat.
Keterlibatan masyarakat nelayan dalam operasi pencarian juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara Basarnas, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan warga dalam mempercepat proses penyelamatan maupun evakuasi di wilayah pesisir dan kepulauan.






