46 Kelurahan di Palu Siap Dongkrak Produksi Pangan

  • Whatsapp
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid saat meninjau lahan budidaya bawang merah di Kelurahan Duyu, Rabu (8/7/2026). Foto:Jufri

PALU,BULLETIN.ID  – Pemerintah Kota Palu menargetkan 46 kelurahan menjadi sentra pengembangan komoditas pertanian unggulan melalui Program Kelurahan Menanam. 

Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat berbasis pertanian perkotaan.

Komitmen itu ditegaskan Wali Kota Palu Hadianto Rasyid saat meninjau lahan budidaya bawang merah di Kelurahan Duyu, Rabu (8/7/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan salah satu komoditas yang dikembangkan dalam program tersebut.

Dalam kunjungan itu, Wali Kota didampingi Sekretaris Daerah Kota Palu Irmayanti Pettalolo, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Rahmad Mustafa, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lukman, Lurah Duyu, koordinator Program Kelurahan Menanam, serta para petani.

Hadianto menjelaskan Program Kelurahan Menanam dirancang melalui konsep Kelurahan Tematik, di mana seluruh kelurahan diarahkan mengembangkan satu dari lima komoditas pertanian yang telah ditetapkan pemerintah.

“Dari 46 kelurahan, masing-masing akan mengelola satu komoditas unggulan. Dengan begitu, setiap komoditas akan dikembangkan oleh sekitar sembilan hingga sepuluh kelurahan,” kata Hadianto.

Menurutnya, apabila setiap kelurahan mampu mengelola lahan seluas satu hektare, maka luas budidaya untuk setiap komoditas dapat mencapai sembilan hingga sepuluh hektare. Kondisi itu diyakini akan meningkatkan kapasitas produksi pangan Kota Palu sekaligus menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga.

Selain memperkuat ketahanan pangan, pemerintah juga ingin program tersebut mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Hadianto menegaskan keberhasilan Program Kelurahan Menanam tidak hanya diukur dari hasil panen, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dirasakan warga.

“Program ini harus dikelola dengan orientasi profit sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Jangan hanya menghasilkan bahan pangan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi para pelakunya,” ujarnya.

Berita Pilihan :  Mahasiswa Untad Tuntaskan Program Magang di KPID Sulteng

Untuk mendukung keberlanjutan program, Pemerintah Kota Palu juga akan membangun sistem pemasaran yang terintegrasi agar hasil panen masyarakat memiliki kepastian pasar.

“Pemerintah harus mengurus dari awal penanaman hingga pemasaran. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga memperoleh kepastian pasar,” tegasnya.

Melalui Program Kelurahan Menanam, Pemerintah Kota Palu berharap seluruh 46 kelurahan dapat menjadi pusat produksi komoditas unggulan yang mampu memperkuat ketahanan pangan, mengendalikan inflasi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pos terkait