PALU,BULLETIN.ID – Kegiatan mahasiswa magang mandiri berdampak sebagai program kampus berdampak dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako, program studi Ilmu Komunikasi yang berlangsung selama empat bulan, telah berakhir. Pihak kampus resmi menarik mahasiswanya dari kantor Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tengah (Sulteng), Rabu (18/7/26).
Penarikan mahasiswa magang dilakukan dosen pembimbing lapangan (DPL), Muhammad Wahid dan berlangsung sederhana dalam suasana hangat. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua bersama Komisioner KPID Sulteng, serta tiga mahasiswa yang baru saja menyelesaikan masa pelaksanaan magangnya.
Ketua KPID Sulteng Andi Kaimuddin menyampaikan ungkapan terima kasih kepada para mahasiswa yang telah melaksanakan magang di lingkungan KPID Sulteng, meski juga memberikan koreksi dan masukan sebagai bahan evaluasi, baik kepada pihak kampus maupun pihak KPID secara internal.
Andi Kaimuddin berpesan agar pengalaman magang tidak sekadar menjadi formalitas akademik, melainkan kesempatan berharga untuk belajar langsung di dunia kerja.
“Jadikan pengalaman magang ini sebagai ajang menambah wawasan dan mempelajari hal-hal yang tidak ditemukan di ruang kelas. KPID selalu terbuka bagi mahasiswa yang ingin belajar, melakukan penelitian, atau berkontribusi melalui kegiatan akademik lainnya,” ujar Andi Kaimuddin.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas, kedisiplinan dan profesionalisme, karena hal itu merupakan bekal utama dalam memasuki dunia kerja.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran sekaligus
mentor mahasiswa magang, Mita Meinansi, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan semangat para mahasiswa selama menjalani program magang. Meskipun menurutnya, masih ada beberapa catatan yang harus dibenahi.
Mita menyatakan kehadiran mahasiswa tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi peserta magang, tetapi juga memberikan dukungan positif terhadap pelaksanaan program kerja KPID Sulteng.
Salah satu mahasiswa magang, Moh. Rifaldi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada KPID Sulteng. “Kami merasa sangat bersyukur bisa menimba ilmu secara langsung selama magang di KPID Sulteng,” tuturnya.
“Banyak hal baru yang kami pelajari, tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga melalui praktik langsung di lapangan. Semua ini tentu menjadi bekal yang sangat berharga bagi kami selaku mahasiswa magang untuk melangkah ke jenjang berikutnya,” tambah Rifaldi.
Penarikan mahasiswa magang di kantor KPID Sulteng yang telah menjalani praktik lapangan sejak 18 Februari 2026 lalu, berlangsung lancar. Diharapkan, sinergi antara KPID Sulteng dan Universitas Tadulako akan terus berlanjut untuk mencetak generasi muda yang berintegritas dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Dalam momen penarikan tersebut, KPID Sulteng menyerahkan sertifikat kepada para mahasiswa sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka selama mengikuti program magang di KPID Sulteng, yang diserahkan Koordinator Bidang Kelembagaan, Yeldi S. Adel, Koordinator Bidang PKSP Muhammad Faras, dan Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran Mita Meinansi, kepada masing-masing mahasiswa.






