BUOL,BULLETIN.ID – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,1 yang mengguncang Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Minggu (12/7/2026) malam, menyebabkan satu orang meninggal dunia, merusak sejumlah bangunan, serta memicu kepanikan warga yang melakukan evakuasi mandiri.
Berdasarkan laporan BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, gempa terjadi sekitar pukul 21.46 Wita. Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa berada di laut, sekitar 37 kilometer timur laut Buol, pada kedalaman 21 kilometer.
BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Korban meninggal dunia tercatat seorang pasien di RSUD Mokoyurli Buol. Hingga kini, penyebab pasti kematian masih dalam pendataan oleh pihak berwenang.
Selain korban jiwa, gempa juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas publik dan rumah warga. Bangunan yang terdampak antara lain Mal Pelayanan Publik, sebagian ruang perawatan RSUD Buol, Kantor Inspektorat, sebuah rumah makan di kawasan Leok 2, serta beberapa rumah warga di Kelurahan Kali dan Leok 2.
Guncangan yang cukup kuat membuat warga di hampir seluruh 11 kecamatan di Kabupaten Buol berhamburan keluar rumah dan mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman.
Sebagian warga memilih bertahan di kawasan Gunung Kali dan Kelurahan Kulango hingga kondisi dinyatakan aman.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Buol bersama BPBD Provinsi Sulawesi Tengah langsung melakukan asesmen untuk mendata dampak gempa, termasuk kerusakan bangunan dan kebutuhan masyarakat.
Sejumlah kebutuhan mendesak yang dibutuhkan di lokasi antara lain tenda pengungsian, makanan siap saji, obat-obatan, selimut, terpal, perlengkapan bayi, pakaian bagi lanjut usia, genset, serta dukungan anggaran untuk perbaikan rumah yang mengalami kerusakan.
Hingga Senin (13/7/2026) dini hari, situasi di Kabupaten Buol dilaporkan mulai kondusif. Sebagian masyarakat telah kembali ke rumah masing-masing, namun BPBD tetap mengimbau warga untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas, dan mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Pemerintah daerah bersama BPBD masih terus melakukan pendataan untuk memastikan jumlah kerusakan maupun dampak lain akibat gempa tersebut.






