SIGI, BULLETIN – Festival Danau Lindu 2026 resmi dibuka di Desa Tomado, Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Kamis, 23/07/2026. Perhelatan akbar ini masuk dalam agenda nasional Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, bertujuan mempromosikan pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, turut hadir dalam pembukaan Festival Danau Lindu 2026. Kehadiran beliau menegaskan dukungan Pemerintah Kota Palu terhadap pengembangan sektor pariwisata dan pelestarian budaya di Sulawesi Tengah. Dukungan ini juga melambangkan kolaborasi antardaerah dalam memajukan destinasi wisata unggulan.
Festival Danau Lindu 2026 akan berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Juli 2026. Dengan mengusung tema “Lindu The Majestic Land – Merayakan Warisan Peradaban,” festival ini menyajikan beragam kegiatan. Rangkaian acara meliputi pertunjukan seni budaya, promosi destinasi wisata, pameran produk UMKM, atraksi tradisional, serta aktivitas berbasis ekowisata yang melibatkan masyarakat setempat.
Danau Lindu, yang terletak di kawasan Taman Nasional Lore Lindu, dikenal kaya akan keanekaragaman hayati, budaya, dan sejarah. Kawasan ini juga merupakan habitat bagi berbagai flora dan fauna endemik. Oleh karena itu, Danau Lindu memiliki peran penting sebagai area konservasi sekaligus tujuan wisata berbasis alam yang menarik.
Pembukaan Festival Danau Lindu 2026 secara resmi dilakukan oleh Bupati Sigi, Mohammad Rizal Intjenae. Acara ini juga dihadiri oleh Staf Ahli Gubernur Sulawesi Tengah Bidang SDM, Pengembangan Kawasan, dan Wilayah, Rusmiadi, mewakili Gubernur Sulawesi Tengah. Pemerintah Kabupaten Sigi menargetkan festival ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan ekonomi lokal melalui promosi produk, kuliner, seni pertunjukan, dan UMKM.
Tahun ini, Festival Danau Lindu 2026 kembali masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Ini merupakan program unggulan Kementerian Pariwisata untuk mendorong promosi destinasi wisata daerah ke tingkat nasional. Selain menjadi sarana hiburan, festival ini diharapkan memperkuat identitas budaya masyarakat Lindu serta memperkenalkan potensi wisata Kabupaten Sigi kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Berbagai kegiatan yang diselenggarakan dalam festival secara khusus mengangkat kekayaan tradisi lokal. Ini juga merupakan upaya nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan budaya di kawasan Danau Lindu. Festival ini diharapkan meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan bagi daerah dan masyarakatnya.






