Gong Perdamaian Palu, Simbol Persaudaraan yang Menjaga Harapan Sulawesi Tengah

  • Whatsapp
Gong Perdamaian Palu

PALU,BULLETIN.ID – Di atas perbukitan Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, berdiri sebuah monumen yang menyimpan makna mendalam bagi masyarakat Sulawesi Tengah. Bukan sekadar destinasi wisata, Gong Perdamaian Nusantara atau  Monumen Nosarara Nosabatutu** menjadi simbol rekonsiliasi, persatuan, dan harapan setelah daerah ini melewati berbagai konflik sosial yang sempat meninggalkan luka bagi masyarakat.

Dalam bahasa Kaili, Nosarara Nosabatutu berarti bersaudara dan bersatu. Filosofi tersebut menjadi pesan utama yang ingin diwariskan kepada setiap orang yang datang ke kawasan ini, bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk membangun kehidupan yang damai.

Pembangunan Gong Perdamaian dilatarbelakangi oleh keprihatinan atas konflik komunal yang pernah terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah, seperti Poso, Sigi, hingga beberapa konflik antarkelompok di Kota Palu. Konflik tersebut menimbulkan korban jiwa, kerugian material, serta meninggalkan trauma yang panjang bagi masyarakat. Karena itu, diperlukan sebuah simbol yang dapat mengingatkan generasi sekarang dan mendatang akan pentingnya menjaga persaudaraan dan mencegah terulangnya kekerasan sosial.

Monumen ini diresmikan pada 11 Maret 2014  oleh Brigjen Pol. Dewa Parsana yang saat itu menjabat Kapolda Sulawesi Tengah sekaligus menjadi penggagas pembangunan Gong Perdamaian Nusantara di Palu. Kehadirannya diharapkan menjadi pengingat bahwa keamanan dan kesejahteraan hanya dapat tercipta jika masyarakat mampu hidup rukun dalam keberagaman.

Secara fisik, Gong Perdamaian memiliki makna simbolis yang kuat. Pada lingkaran terluarnya terukir ratusan lambang kabupaten dan kota di Indonesia sebagai representasi persatuan bangsa. Lingkaran berikutnya memuat lambang provinsi serta tulisan Gong Perdamaian Nusantara, Sarana Persaudaraan dan Pemersatu Bangsa.Di bagian dalam terdapat simbol agama-agama yang diakui di Indonesia sebagai lambang toleransi antarumat beragama, sementara bagian tengah menampilkan peta Indonesia yang dipadukan dengan tulisan UUD 1945 sebagai pengingat bahwa persatuan merupakan fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berita Pilihan :  Daun Kemangi Ternyata Bukan Sekadar Lalapan, Ini 7 Manfaatnya Menurut Penelitian

Tidak hanya menjadi monumen bersejarah, kawasan Gong Perdamaian kini berkembang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Palu. Lokasinya berada di atas bukit sekitar dua kilometer dari Markas Polda Sulawesi Tengah, menawarkan panorama Teluk Palu, hamparan kota, serta pegunungan yang mengelilinginya. Pada sore hingga malam hari, kawasan ini menjadi lokasi favorit warga menikmati matahari terbenam dan gemerlap lampu Kota Palu dari ketinggian.

Di kawasan tersebut juga dibangun taman, graha pertemuan, jalur pejalan kaki, serta akses jalan yang menghubungkan Kelurahan Tondo dan Paboya. Selain mendukung aktivitas wisata, jalan tersebut dirancang memiliki fungsi strategis sebagai jalur evakuasi apabila terjadi bencana tsunami. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan Gong Perdamaian tidak hanya berbicara tentang rekonsiliasi sosial, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan ruang publik yang memiliki nilai kemanusiaan dan mitigasi bencana.

Lebih dari satu dekade setelah diresmikan, Gong Perdamaian Nusantara tetap menjadi salah satu ikon Kota Palu. Dentang simbolisnya mengingatkan bahwa perdamaian tidak lahir dengan sendirinya, melainkan harus dirawat melalui toleransi, dialog, serta penghormatan terhadap keberagaman. Di tengah perkembangan Kota Palu yang terus tumbuh, monumen ini menjadi penanda bahwa Sulawesi Tengah telah memilih jalan persaudaraan sebagai fondasi masa depannya.

Pos terkait