Karhutla Buol: 15 Hektare Lahan Terbakar, Tak Ada Korban dan Pengungsi

  • Whatsapp
karhutla Buol
Kapolda Sulteng Sambut Tim Itwasum Polri, Audit Kinerja Tahap II Segera Dimulai. (Foto:Its)

BUOL, BULLETIN – Karhutla Buol menghanguskan sekitar 15 hektare lahan di wilayah Desa Pomayagon dan Desa Guamonial, Kecamatan Momunu, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Kebakaran ini terjadi di tengah musim kemarau panjang, namun dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa maupun warga mengungsi, dan api kini telah padam.

Berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sulawesi Tengah serta BPBD Kabupaten Buol, insiden karhutla Buol ini terdeteksi pada Selasa, 8 September 2026. Laporan resmi diterima pada Rabu, 9 September 2026 pukul 09.36 WITA.

Kondisi cuaca panas dan kemarau yang berkepanjangan menjadi faktor utama yang menyebabkan vegetasi dan lahan menjadi sangat kering, sehingga mudah terbakar. Meskipun demikian, penyebab pasti atau pemicu awal dari karhutla Buol hingga laporan ini dibuat masih belum dapat dipastikan oleh pihak berwenang.

Penanganan cepat langsung dilakukan setelah kebakaran terdeteksi. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Buol dan Polres Buol segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan penanganan lebih lanjut. Petugas juga melakukan asesmen untuk mengetahui kondisi wilayah terdampak serta berkoordinasi dalam proses penanganan karhutla Buol ini.

Dalam laporan terakhir, kondisi di lokasi dinyatakan sudah terkendali sepenuhnya. Api telah berhasil dipadamkan dan tidak ada kebutuhan mendesak yang dilaporkan oleh masyarakat sekitar. Selain itu, karhutla Buol tidak menyebabkan korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi.

Data dari BPBD mencatat, hingga laporan diterima, tidak ada korban jiwa dan tidak ada pengungsi akibat kejadian ini. Meski demikian, luas area yang terbakar mencapai sekitar 15 hektare menjadi perhatian serius.

Berita Pilihan :  TNI dan Warga Padamkan 3 Hektar Kebakaran Lahan Sawit di Buol

Kondisi kemarau dan cuaca panas meningkatkan potensi lahan kering untuk kembali terbakar apabila muncul sumber api. Oleh karena itu, penanganan karhutla Buol tidak hanya berhenti pada proses pemadaman saja. Pemantauan pascakebakaran menjadi krusial untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala, terutama pada area yang masih menyimpan bara.

Informasi kejadian ini telah disampaikan kepada sejumlah pemangku kepentingan terkait, termasuk Kepala BNPB, Menteri Sosial, Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, hingga perangkat daerah terkait. Sumber informasi utama berasal dari TRC dan Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Tengah serta TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Buol.

Pos terkait