FIFA Usulkan FIFA Forward Enterprise, Alokasi Dana Melonjak Rp312 Miliar per Anggota

  • Whatsapp
FIFA Forward Enterprise

ZURICH, BULLETIN – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengusulkan pembentukan FIFA Forward Enterprise, sebuah entitas baru yang dirancang untuk memperkuat pengelolaan bisnis dan meningkatkan pendanaan pengembangan sepak bola di seluruh dunia, sebuah langkah yang akan dibahas melalui proses konsultasi demokratis dengan 211 Asosiasi Anggota FIFA.

Usulan FIFA Forward Enterprise ini masih berupa proposal yang tidak bersifat wajib. Realisasi entitas tersebut hanya akan terjadi apabila memperoleh persetujuan dari para anggota FIFA dan Dewan FIFA, sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Jika disetujui, FIFA Forward Enterprise akan beroperasi sebagai anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki dan dikendalikan oleh FIFA. Entitas ini akan mengonsolidasikan seluruh aktivitas komersial dan penyelenggaraan kompetisi milik FIFA, mencakup pengelolaan sponsor, hak siar, lisensi, serta pengembangan usaha baru.

FIFA menilai pembentukan FIFA Forward Enterprise dapat membuka potensi nilai komersial yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Pendapatan tambahan yang dihasilkan melalui entitas ini nantinya akan dialokasikan kembali untuk mendukung pengembangan sepak bola melalui asosiasi-asosiasi anggota di seluruh dunia.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyebut penguatan sektor komersial ini merupakan langkah lanjutan dalam transformasi organisasi. Menurutnya, hal ini dilakukan setelah satu dekade FIFA melakukan reformasi tata kelola dan memperluas program pengembangan sepak bola secara global.

Melalui skema baru yang diusulkan oleh FIFA Forward Enterprise, FIFA berencana meningkatkan alokasi dana Program FIFA Forward bagi setiap asosiasi anggota. Dana tersebut akan melonjak dari sebelumnya USD 8 juta menjadi USD 20 juta (sekitar Rp312 miliar dengan kurs saat ini). Selain itu, setiap anggota juga berpeluang memperoleh tambahan pendanaan hingga USD 20 juta melalui program baru bernama FIFA Fast Forward, dengan syarat dan mekanisme yang akan ditetapkan.

Berita Pilihan :  Janice Tjen Mulai Perjalanan Top 30 Dunia di Mubadala DC Open 2026

Peningkatan pendanaan tersebut diharapkan FIFA mampu mempercepat pembangunan infrastruktur sepak bola, pembinaan pemain usia dini, peningkatan kualitas kompetisi domestik, serta pengembangan sepak bola di negara-negara anggota secara signifikan.

“Ini adalah peluang emas untuk mempercepat pengembangan sepak bola di seluruh dunia. Namun, ini hanyalah sebuah tawaran, bukan kewajiban. Pilihan sepenuhnya berada di tangan Asosiasi Anggota FIFA, dan kami siap mendiskusikannya bersama semua pihak,” kata Presiden FIFA, Gianni infantino  di akun resmi FIFA. 

Pos terkait