LIVERPOOL, BULLETIN – Liverpool sukses melaju ke putaran keempat Piala Carabao setelah menumbangkan Tottenham Hotspur 3-1 pada 15 September 2026. Kemenangan ini diraih berkat keberanian pelatih Andoni Iraola melakukan rotasi Liverpool besar-besaran dengan 10 perubahan pemain, yang justru memunculkan performa gemilang dari para pemain muda.
Strategi rotasi Liverpool yang ekstrem ini ternyata berbuah manis, di mana para pemain yang jarang tampil mampu menunjukkan kualitas dan energi tinggi. Lewis Koumas menjadi salah satu yang paling menonjol, memberikan intensitas dan keberanian sepanjang pertandingan.
“Saya senang karena semua pemain telah memberi kami intensitas dan agresivitas,” kata Iraola dalam konferensi pers setelah pertandingan, seperti dikutip dari laman resmi Liverpool FC.
Iraola menyoroti penampilan para pemain muda seperti Trey Nyoni, Rio Ngumoha, James McConnell, dan khususnya Lewis Koumas. Ia menilai mereka berhasil menjawab kepercayaan dengan memberikan energi serta keberanian yang krusial dalam setiap duel.
Penampilan Koumas, yang tampil sebagai starter, disebut Iraola memberikan dampak positif yang menular kepada rekan-rekannya. Koumas dianggap memahami betul kebutuhan tim dan mampu menyajikan intensitas tinggi.
“Saya mengatakannya selama seminggu dan saya mengatakannya karena suatu alasan. Dia melakukannya dalam latihan setiap hari,” ujar Iraola mengenai Lewis Koumas.
Pada awal pertandingan, Liverpool berhasil membuka keunggulan melalui gol Alexis Mac Allister di menit ke-21. Cody Gakpo kemudian menggandakan skor pada menit ke-54, sebelum Conor Gallagher memperkecil ketertinggalan Tottenham.
Memasuki masa tambahan waktu, Dominik Szoboszlai muncul sebagai penentu kemenangan. Pemain asal Hungaria ini melepaskan tembakan jarak jauh yang spektakuler, memastikan Liverpool menang 3-1 dan membuktikan keberhasilan rotasi Liverpool.
Iraola memuji gol Szoboszlai sebagai sesuatu yang luar biasa. Ia menambahkan bahwa keyakinan tim terhadap kemampuan Szoboszlai membuat setiap tembakannya terasa berpotensi gol.
“Masalahnya dengan Dom adalah, sebelum menembak kau percaya dia bisa mencetak gol,” kata Iraola.
Kemenangan ini tidak hanya membawa Liverpool ke babak selanjutnya Piala Carabao, tetapi juga menjadi bukti kedalaman skuad. Rotasi Liverpool besar-besaran ini menunjukkan bahwa para pemain pelapis mampu memberikan kontribusi signifikan saat mendapat kesempatan, serta memunculkan talenta muda berenergi tinggi.






