TURIN, BULLETIN – Kekalahan 0-2 dari AS Roma menjadi alarm keras bagi Torino, yang kini dihadapkan pada krisis konsistensi Torino di awal Serie A 2026/2027. Pelatih Ignazio Abate secara terbuka menyoroti kesalahan individu yang terus berulang setelah timnya menelan kekalahan ketiga dalam empat pertandingan, sebuah masalah krusial menjelang laga tandang penting melawan Bologna.
Abate mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa babak pertama timnya melawan Roma, di mana Torino gagal menunjukkan potensi terbaiknya dan harus tertinggal lebih dulu. Situasi tertinggal ini, menurut Abate, sudah menjadi pola yang terlalu sering terjadi, menandakan adanya krisis konsistensi Torino yang mendalam.
“Ini mengecewakan. Pada babak pertama kami tidak menunjukkan seluruh potensi yang kami miliki. Ini sudah keempat kalinya kami tertinggal, sehingga kami harus mengurangi kesalahan individu,” kata Abate seusai pertandingan dilansir dari situs ansa.it/sito/notizie/sport.
Masalah tersebut menjadi semakin serius mengingat krisis konsistensi Torino yang belum menemukan ritme permainan stabil. Dari empat laga awal, mereka baru mengamankan satu kemenangan dan harus menerima tiga kekalahan, sebuah rekor yang jauh dari harapan.
Meskipun demikian, Abate melihat ada sisi positif dari penampilan timnya setelah jeda. Torino mampu meningkatkan intensitas permainan dan berhasil mengurangi dominasi AS Roma yang sebelumnya mengendalikan jalannya pertandingan, menunjukkan potensi untuk mengatasi krisis konsistensi Torino.
“Babak kedua berada di level yang tinggi. Saya marah dengan cara gol kedua terjadi, tetapi kami berhasil mengurangi dominasi Roma,” ujar Abate.
Performa di babak kedua tersebut dinilai Abate layak menjadi modal kepercayaan diri bagi Torino. Roma, yang dikenal selalu mendominasi lawan-lawannya, sempat dibuat kesulitan oleh perlawanan lebih kuat dari Torino, memberikan secercah harapan untuk membalikkan keadaan dari krisis konsistensi Torino.
“Mereka selalu mengungguli lawan-lawannya. Ini harus memberi kami kepercayaan diri, tetapi pada saat yang sama juga membuat kami menyesal,” katanya.
Sorotan juga tertuju kepada penjaga gawang Torino, Perri, yang kembali melakukan blunder. Abate memilih untuk tetap memberikan dukungan penuh kepada kipernya, percaya bahwa Perri masih memiliki ruang untuk berkembang dan mengatasi kesalahan yang memperparah krisis konsistensi Torino.
“Dia harus kembali ke kondisi terbaik dan berkembang dalam mengambil keputusan, tetapi dia adalah penjaga gawang dengan kualitas tinggi,” kata Abate.
Bagi Torino, persoalan mental dan konsentrasi menjadi pekerjaan rumah yang mendesak untuk diselesaikan. Kesalahan yang terus berulang memaksa tim untuk selalu mengejar ketertinggalan, menguras energi, dan memperburuk krisis konsistensi Torino.
Kesempatan emas untuk memperbaiki situasi datang saat Torino bertandang ke markas Bologna. Laga ini dinilai krusial sebelum kompetisi memasuki jeda internasional, dan bisa menjadi titik balik untuk mengakhiri krisis konsistensi Torino.
Gelandang Rolando Mandragora bahkan menyebut pertandingan melawan Bologna sebagai salah satu titik penentu bagi Torino untuk menentukan arah musim mereka setelah awal yang mengecewakan. Ini adalah kesempatan penting untuk mengubah narasi krisis konsistensi Torino.
“Ini pertandingan tandang yang sangat berarti. Akan sangat penting jika kami bisa memasuki jeda dengan hasil positif. Kami ingin memulai kembali dari babak kedua pertandingan melawan Roma,” kata Mandragora.
Melawan Bologna adalah kesempatan bagi Torino untuk menghentikan tren negatif dan membangun kembali kepercayaan diri. Mandragora menekankan pentingnya membawa energi positif dari penampilan babak kedua melawan Roma ke pertandingan berikutnya untuk mengatasi krisis konsistensi Torino.
Selain kepentingan klub, Mandragora juga memiliki target pribadi untuk kembali memperkuat Tim Nasional Italia. Penampilan konsisten bersama klub menjadi kunci utama untuk mewujudkan impian tersebut, sehingga laga ini sangat krusial bagi dirinya dan untuk memperbaiki krisis konsistensi Torino.
“Saya memikirkan tim nasional. Saya akan sangat bahagia jika bisa kembali mengenakan seragam Italia, tetapi pilihan pelatih tim nasional ditentukan oleh penampilan bersama klub,” ujarnya.
Oleh karena itu, laga melawan Bologna bukan hanya tentang memperbaiki posisi Torino di klasemen, tetapi juga menjadi panggung bagi para pemain untuk membuktikan bahwa kekalahan dari Roma bukanlah gambaran permanen kualitas mereka. Ini adalah momen krusial untuk mengakhiri krisis konsistensi Torino.
Abate kini dituntut untuk menemukan formula yang tepat agar Torino tidak lagi mengulang kesalahan yang sama. Jika mampu meningkatkan konsentrasi dan mempertahankan level permainan seperti pada babak kedua melawan Roma, Torino memiliki peluang besar untuk mengubah momentum sebelum jeda internasional dan keluar dari krisis konsistensi Torino.






