MILAN, BULLETIN – Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengungkapkan bahwa kemenangan 5-3 atas Udinese bukan hanya soal mentalitas tim, melainkan juga cerminan dari identitas Inter Milan yang berani mengambil risiko. Laga tersebut, meski berakhir dengan kemenangan, menjadi sorotan bagi Chivu terkait keseimbangan permainan Nerazzurri di awal musim Serie A 2026/2027.
Inter Milan sempat tertinggal dua gol dari Udinese. Namun, sang juara bertahan Serie A itu mampu membalikkan keadaan dan mengakhiri pertandingan dengan skor 5-3. Hasil ini menjaga rekor sempurna Inter Milan dengan 12 poin dari empat pertandingan, menempatkan mereka di posisi kedua klasemen, kalah selisih gol dari AS Roma.
Cristian Chivu mengapresiasi respons para pemain setelah tertinggal. Akan tetapi, ia tidak ingin kemenangan dramatis ini menutupi pekerjaan rumah yang masih perlu dibenahi. Chivu menegaskan bahwa identitas Inter Milan adalah bermain dengan intensitas tinggi, yang secara inheren membawa risiko.
“Ini adalah kekuatan kami. Kami memiliki skuad yang memungkinkan kami bermain dengan cara tertentu, mempertahankan level tinggi dan tetap setia pada identitas serta DNA tim,” kata Cristian Chivu.
Chivu menilai bahwa Inter Milan tampil di bawah standar pada 25 menit pertama, kurang energi dan membiarkan Udinese memanfaatkan kelengahan. Namun, tim menunjukkan karakter kuat dengan tidak kehilangan kepercayaan diri saat dalam situasi sulit. Mentalitas dan kebanggaan pemain menjadi modal penting untuk membalikkan pertandingan, sebuah bagian krusial dari identitas Inter Milan.
Meskipun demikian, pelatih asal Rumania itu mengingatkan bahwa Inter Milan tidak boleh menjadikan comeback sebagai kebiasaan. Chivu mengakui gaya permainan Inter yang agresif, menempatkan banyak pemain di depan dan menekan lawan, memang membuka ruang di pertahanan.
“Kami tidak sempurna dan tidak mengklaim diri kami sempurna. Kami tahu harus terus bekerja karena musim masih panjang dan masih banyak area yang bisa kami tingkatkan,” kata Chivu.
Gol Nicolò Barella, yang lahir dari skema counter-pressing yang efektif, menjadi contoh bagaimana risiko yang diambil Inter Milan bisa membuahkan hasil. Bagi Chivu, ini menunjukkan bahwa risiko bukanlah sesuatu yang ingin dihilangkan sepenuhnya dari identitas Inter Milan, melainkan harus diseimbangkan.
“Kami harus bermain seperti ini karena ini adalah identitas kami,” tegasnya.
Chivu juga menyoroti perkembangan positif Inter Milan dibandingkan musim lalu, di mana mereka telah mengumpulkan enam poin lebih banyak setelah empat pertandingan. Namun, ia tidak ingin pencapaian musim lalu atau dua trofi yang diraih menjadi alasan untuk berpuas diri.
“Kami juga memenangkan dua trofi musim lalu, tetapi itu tidak berarti banyak sekarang karena semuanya sudah menjadi masa lalu,” ujar Chivu.
Fokus Inter Milan kini beralih ke laga besar berikutnya melawan AS Roma di Stadio Olimpico sebelum jeda internasional. Pertandingan ini akan menjadi ujian serius terhadap identitas Inter Milan, mengingat Roma juga memimpin klasemen dengan rekor sempurna.
Cristian Chivu memastikan Inter Milan tidak akan mengubah karakter permainan mereka. “Kami akan berusaha mempertahankan identitas kami melawan Roma. Risiko mungkin membuat kami membayar lebih mahal dalam beberapa pertandingan dibandingkan pertandingan lainnya,” katanya.
Menurut Chivu, kunci Inter Milan bukan menghilangkan risiko, melainkan menjaga keseimbangan antara kualitas permainan, keberanian, kedisiplinan, dan rasa lapar untuk terus menang. “Kami mungkin kembali menghadapi kesulitan, tetapi menemukan keseimbangan tanpa mengorbankan rasa lapar dan kualitas kelompok ini akan menjadi sangat penting,” ujarnya.
Rotasi pemain juga menjadi perhatian Chivu, mengingat padatnya jadwal pertandingan. Sejumlah pemain seperti Henrikh Mkhitaryan, John Stones, Ange-Yoan Bonny, dan Aleksandar Stankovic mendapat kesempatan tampil. “Semua orang penting,” kata Chivu.
Dengan empat kemenangan dari empat pertandingan, Inter Milan berada dalam posisi ideal. Namun, kemenangan 5-3 atas Udinese menunjukkan dua sisi Nerazzurri: tim dengan mental kuat untuk bangkit dan tim yang masih perlu memperbaiki keseimbangan permainan agar identitas Inter Milan tetap terjaga di tengah tekanan musim.






