JAKARTA, BULLETIN – Badan Gizi Nasional (BGN) berhasil mengamankan dan mengembalikan dana negara sebesar Rp311 miliar dari 414 rekening Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah. Langkah strategis ini dilakukan setelah pemeriksaan menyeluruh, memastikan penggunaan anggaran sesuai peruntukannya dan menjaga transparansi pengelolaan dana negara.
Pemeriksaan terhadap rekening virtual account yang digunakan dalam pelaksanaan program SPPG menemukan berbagai persoalan. Temuan tersebut mencakup rekening ganda, ketidaksesuaian data rekening, hingga rekening milik dapur SPPG yang belum beroperasi. Seluruh anomali ini berpotensi merugikan keuangan negara.
Dari hasil penelusuran dan verifikasi intensif, BGN sukses mengamankan kembali dana negara senilai Rp311.246.296.184. Dana tersebut telah dikembalikan ke kas negara melalui bank penyalur yang bekerja sama. Pengembalian dana negara ini menjadi bukti komitmen BGN dalam menjaga akuntabilitas.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menjelaskan bahwa pengawasan ketat dilakukan untuk memastikan setiap anggaran negara dimanfaatkan secara benar. Tujuannya adalah mencegah penyimpangan dalam pelaksanaan program gizi nasional. Ia menegaskan pentingnya menjaga setiap rupiah dana negara.
“Setelah kami telusuri, terdapat 414 SPPG atau dapur yang rekeningnya bermasalah, mulai dari rekening ganda hingga dapur yang belum beroperasi. Dari hasil penelusuran itu, kami mengembalikan uang negara atau uang rakyat sebesar Rp311.246.296.184,” kata Kepala BGN Sudaryono.
Selain upaya pengembalian dana, BGN juga tidak ragu untuk menindaklanjuti temuan-temuan yang berindikasi pidana. Sejumlah temuan tersebut telah diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ini menunjukkan keseriusan BGN dalam membersihkan praktik-praktik ilegal.
BGN berkomitmen penuh untuk terus memperkuat sistem pengawasan serta validasi data rekening SPPG di masa mendatang. Penguatan ini bertujuan menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran negara, memastikan tidak ada lagi kasus serupa di kemudian hari. Upaya BGN kembalikan dana negara menjadi prioritas utama.






