PALU, BULLETIN – Sebanyak 11 peserta program Magang Nasional Batch 1 Angkatan 2 dari Kementerian Ketenagakerjaan kini mulai menjalani pengalaman kerja di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah (Kanwil Ditjenpas Sulteng). Program ini menjadi ruang penting bagi para peserta Magang Nasional Kanwil Ditjenpas Sulteng untuk mengenal langsung budaya kerja pemerintahan serta memahami tugas dan fungsi Pemasyarakatan.
Kehadiran mereka di Kanwil Ditjenpas Sulteng ditandai dengan penandatanganan perjanjian kontrak dan pengalungan tanda pengenal. Proses ini dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Herman Mulawarman, saat apel pagi pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Herman Mulawarman meminta para peserta tidak memandang program Magang Nasional Kanwil Ditjenpas Sulteng ini sebatas kesempatan mendapatkan pengalaman kerja. Namun, lebih jauh, sebagai ruang untuk membangun karakter, kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, dan pemahaman terhadap tanggung jawab dalam sebuah organisasi.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar. Jangan hanya melihat apa yang dikerjakan, tetapi pahami proses, tanggung jawab, kedisiplinan, dan bagaimana sebuah organisasi bekerja. Pengalaman yang kalian dapatkan di sini harus menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja ke depan,” kata Herman.
Menurut Herman, keberadaan peserta Magang Nasional Kanwil Ditjenpas Sulteng juga memberikan ruang bagi jajaran Kanwil Ditjenpas Sulteng untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pembimbing memberikan pendampingan secara optimal agar proses belajar tidak berhenti pada pengenalan pekerjaan, tetapi berkembang menjadi pemahaman terhadap etika dan budaya kerja.
Herman juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan jajaran yang telah mempersiapkan pelaksanaan program Magang Nasional di Kanwil Ditjenpas Sulteng. “Terima kasih kepada seluruh panitia pelaksanaan penerimaan peserta magang, khususnya di Kanwil Ditjenpas Sulteng. Saya berharap para peserta mendapatkan pengalaman yang baik dan jajaran dapat memberikan pendampingan seoptimal mungkin,” ujarnya.
Bagi Herman, kesempatan belajar di lingkungan Pemasyarakatan juga dapat menjadi pintu bagi generasi muda untuk melihat lebih dekat. Tugas Pemasyarakatan tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan, tetapi juga pelayanan publik, pembinaan, pembimbingan, serta reintegrasi sosial. Hal ini menjadi salah satu nilai tambah dari Magang Nasional Kanwil Ditjenpas Sulteng.
Dalam momentum yang sama, dinamika organisasi juga terjadi dengan perpindahan tugas Dany Hilmi Amrullah, Perancang Peraturan Perundang-undangan Ahli Pertama Kanwil Ditjenpas Sulteng, ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Herman mengapresiasi kontribusi Dany selama bertugas di Sulawesi Tengah.
“Perpindahan tugas merupakan bagian dari perjalanan pengabdian. Di mana pun ditempatkan, tetap jaga integritas, profesionalitas, dan nama baik organisasi. Bawa pengalaman yang baik dari Sulawesi Tengah untuk memberikan kontribusi yang lebih besar di tempat tugas yang baru,” pesan Herman kepada Dany.
Dany menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kebersamaan yang diterimanya selama bertugas di Kanwil Ditjenpas Sulteng. “Banyak pengalaman dan pembelajaran yang saya dapatkan selama bertugas di sini. Terima kasih atas arahan, dukungan, dan kebersamaan seluruh jajaran. Semoga komunikasi dan silaturahmi tetap terjaga meskipun saya melanjutkan tugas di tempat yang baru,” ungkap Dany.
Sementara itu, salah satu peserta Magang Nasional Kanwil Ditjenpas Sulteng, Luh Gede Sri Kesumasari, mengatakan kesempatan tersebut akan dimanfaatkan untuk menyerap sebanyak mungkin pengetahuan dari lingkungan kerja Pemasyarakatan. “Kami berkomitmen mengikuti proses magang dengan sungguh-sungguh, belajar dari para pegawai, memahami tugas dan budaya kerja di Kanwil Ditjenpas Sulteng, serta membawa ilmu dan pengalaman yang kami dapatkan sebagai bekal untuk masa depan,” ujar Luh Gede.
Penerimaan peserta Magang Nasional sekaligus perpindahan pegawai di Kanwil Ditjenpas Sulteng menjadi bagian dari dinamika organisasi yang terus bergerak. Proses ini tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga kualitas kinerja, memperkuat budaya kerja, dan membuka ruang pembelajaran bagi sumber daya manusia, termasuk para peserta Magang Nasional Kanwil Ditjenpas Sulteng.






