TERNATE, BULLETIN – Sebuah insiden pelayaran menghebohkan terjadi saat KM Bunda Maria kandas di perairan Oba, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, pada Kamis, 13/08/2026 malam. Kapal yang berlayar dari Pelabuhan Bastiong, Kota Ternate, menuju Pelabuhan Babang, Kabupaten Halmahera Selatan, ini diduga kehilangan arah akibat gangguan sistem Global Positioning System (GPS), memicu kepanikan di antara para penumpang.
Insiden KM Bunda Maria kandas tersebut berlangsung sekitar pukul 23.00 WIT. Situasi mencekam di dalam kapal saat sejumlah penumpang mulai panik, ketika kapal tiba-tiba tidak dapat melanjutkan perjalanannya. Tangisan dan teriakan penumpang terdengar jelas, menambah kekhawatiran akibat kejadian KM Bunda Maria kandas ini.
Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan bahwa insiden ini diduga kuat disebabkan oleh masalah teknis. Gangguan pada sistem GPS menjadi faktor utama penyebab kapal kehilangan arah di perairan Oba. Pihak Basarnas segera bergerak setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut.
“KM Bunda Maria mengalami gangguan pada sistem GPS sehingga kapal kehilangan arah dan akhirnya kandas di perairan Oba,” kata Iwan Ramdani.
Setelah mendapatkan laporan, tim Basarnas Ternate bersama tim SAR gabungan segera meluncur ke lokasi kejadian. Mereka melakukan pemantauan intensif untuk memastikan kondisi kapal dan keselamatan seluruh penumpang. Penanganan difokuskan pada pencegahan agar kepanikan tidak meluas menjadi situasi yang lebih berbahaya.
Gangguan navigasi merupakan salah satu risiko signifikan dalam pelayaran, terutama saat melintasi perairan gelap di malam hari. Sistem navigasi seperti GPS sangat penting untuk menentukan posisi dan arah kapal, sehingga kerusakan pada perangkat ini dapat meningkatkan risiko kapal keluar dari jalur pelayaran yang aman. Insiden KM Bunda Maria kandas menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan perangkat navigasi.
Rute Ternate-Babang yang dilayani oleh KM Bunda Maria adalah salah satu jalur transportasi laut vital bagi masyarakat di Maluku Utara. Insiden KM Bunda Maria kandas ini kembali menyoroti pentingnya prosedur keselamatan dan kesiapan sistem navigasi. Pemeriksaan berkala terhadap kondisi kapal, perangkat navigasi, dan kesiapan awak kapal menjadi krusial untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Hingga saat ini, Basarnas dan tim SAR gabungan masih terus berada di lokasi untuk memastikan semua penumpang selamat dan penanganan berjalan lancar. Penyebab pasti kapal kehilangan arah masih dikaitkan dengan gangguan GPS, dan insiden KM Bunda Maria kandas ini belum dikategorikan sebagai kecelakaan dengan korban jiwa.






