Rektor UIN Datokarama: Mahasiswa Non-Muslim Punya Hak dan Kesempatan yang Sama

  • Whatsapp
Mahasiswa Non-Muslim UIN Datokarama
Gubernur Anwar Hafid Dorong Pembentukan Satgas TB, Sulawesi Tengah Optimis Eliminasi 2030. (Foto:Ist)

PALU, BULLETIN – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama, Profesor Lukman Thahir, menegaskan bahwa mahasiswa non-muslim UIN Datokarama memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan cemerlang. Komitmen ini disampaikan di Kota Palu pada Ahad, 23 Agustus, seiring dengan penerimaan tujuh mahasiswa baru non-muslim di kampus tersebut untuk tahun akademik 2026/2027.

“UIN Datokarama berkomitmen menyediakan ruang belajar yang inklusif, aman, dan setara bagi seluruh anak bangsa tanpa memandang latar belakang agama,” kata Profesor Lukman Thahir.

Data akademik menunjukkan tujuh mahasiswa non-muslim UIN Datokarama telah mendaftar dan kini sedang mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun akademik 2026/2027. Mereka berintegrasi penuh dengan mahasiswa lain dari berbagai latar belakang agama dan budaya selama pelaksanaan PBAK.

Profesor Lukman kembali menekankan bahwa UIN Datokarama adalah kampus milik semua agama, memastikan bahwa setiap umat beragama berhak menempuh pendidikan di sana. Kehadiran para mahasiswa non-muslim UIN Datokarama ini menjadi bukti nyata komitmen kampus terhadap moderasi beragama.

“Sebagai kampus moderasi beragama, maka kehadiran mahasiswa non-muslim merupakan langkah progresif dalam merawat toleransi dan kebinekaan di lingkungan perguruan tinggi. UIN Datokarama sebagai kampus Islam negeri terbesar di Sulawesi Tengah ini secara terbuka menerima mahasiswa beragama non-Muslim untuk menempuh pendidikan, dan menjamin tidak ada perbedaan perlakuan antar-mahasiswa,” ungkap Profesor Lukman Thahir.

“Kehadiran mereka di UIN Datokarama bukan sekadar pelengkap, tetapi bukti nyata bahwa inklusivitas dan moderasi beragama hidup dan bertumbuh di kampus ini. Kami memanusiakan manusia, membina potensi tanpa sekat ajaran agama,” tambah Profesor Lukman Thahir.

Berita Pilihan :  Asap Karhutla Kalimantan Menyeberang ke Sarawak, 591 Sekolah Ditutup dan 197 Ribu Siswa Belajar Daring

Rektor menjelaskan, seluruh hak akademis dan non-akademis bagi mahasiswa non-muslim UIN Datokarama dijamin penuh oleh regulasi kampus. Ini termasuk hak mendapatkan beasiswa, fasilitas penunjang pembelajaran, serta kebebasan berekspresi dalam organisasi kemahasiswaan. Informasi lebih lanjut mengenai kebijakan inklusivitas dapat dilihat di situs resmi UIN Datokarama.

“Kehadiran tujuh mahasiswa baru non-muslim pada PBAK 2026/2027 menjadi batu pijakan penting dalam mengikis stigma eksklusivitas pada perguruan tinggi keagamaan negeri,” ujar Profesor Lukman. Ini menunjukkan bahwa UIN Datokarama berupaya melahirkan generasi yang toleran dan berpikiran terbuka.

UIN Datokarama tidak hanya fokus mencetak lulusan berintelektual tinggi, tetapi juga generasi muda yang empatik, berpikiran terbuka, dan siap menjadi pelopor perdamaian di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

Pos terkait