SIGI, BULLETIN – Upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di area pegunungan Desa Jono, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, terus berlangsung. Tim gabungan bersama masyarakat setempat berjibaku memadamkan titik api, menyisir area terdampak, dan mencegah meluasnya Karhutla Desa Jono ke perkebunan warga.
Tim gabungan yang terlibat dalam penanganan Karhutla Desa Jono meliputi personel TNI, Polri, BPBD, Orari, Pemerintah Desa Jono, serta masyarakat. Seluruh elemen bersinergi dalam pemantauan, pemadaman, pembersihan area sekitar titik api, serta memastikan kondisi di lapangan tetap aman dan terkendali. Koordinasi ini penting untuk penanganan Karhutla Desa Jono yang efektif.
Penanganan Karhutla Desa Jono dimulai sejak Minggu pagi, 23/08. Tim gabungan dan warga bergerak menuju lokasi Karhutla pada pukul 08.07 WITA melewati medan pegunungan yang cukup terjal. Setelah tiba di lokasi, personel segera mengecek titik api dan melakukan pemadaman menggunakan sarana yang tersedia.
Dalam proses penanganan, tim tidak hanya fokus pada pemadaman api yang terlihat, tetapi juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk mencari potensi titik api lainnya. Upaya ini dilakukan guna mencegah bara api yang masih tersisa kembali menyala dan memicu meluasnya Karhutla Desa Jono.
Hingga pukul 14.30 WITA, sebanyak empat titik api berhasil dipadamkan. Namun, sekitar pukul 14.50 WITA, kembali ditemukan dua titik api yang masih menyala di lokasi berbeda, menimbulkan tantangan baru bagi tim penanganan Karhutla Desa Jono.
Tim gabungan bersama warga kemudian berupaya mendekati dan memadamkan kedua titik tersebut. Namun, kondisi medan menjadi kendala; salah satu titik api berada pada pohon kayu besar yang masih terbakar, sementara titik lainnya berada di tebing curam sehingga sulit dijangkau secara langsung.
Untuk mencegah api menjalar lebih luas, personel dan warga melakukan pembersihan rumput serta ilalang di sekitar titik api. Langkah ini adalah upaya strategis mengurangi potensi rambatan api ke area perkebunan maupun vegetasi di sekitarnya dalam penanganan Karhutla Desa Jono.
Proses penanganan menghadapi sejumlah tantangan alam, seperti cuaca panas, hembusan angin kencang, serta medan pegunungan yang terjal dan curam. Kondisi ini menyebabkan pemadaman harus dilakukan secara hati-hati, dengan tetap memperhatikan keselamatan seluruh personel dan masyarakat yang terlibat dalam upaya memadamkan Karhutla Desa Jono.
Setelah menyelesaikan penanganan di lokasi, tim gabungan bersama warga meninggalkan titik Karhutla pada pukul 15.06 WITA dan tiba di permukiman Dusun I Desa Jono sekitar pukul 16.10 WITA dalam keadaan aman dan tertib.
Selain penanganan di lapangan, aparat gabungan bersama Pemerintah Desa Jono juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembukaan lahan dengan cara membakar. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan, terutama dalam kondisi cuaca panas dan angin kencang yang dapat menyebabkan api cepat menyebar dan sulit dikendalikan. Imbauan ini penting untuk mencegah terulangnya Karhutla Desa Jono.
Penanganan Karhutla Desa Jono menjadi wujud sinergi antara TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mencegah meluasnya kebakaran serta melindungi lahan perkebunan dan lingkungan. Tim gabungan bersama masyarakat akan terus meningkatkan pemantauan dan kesiapsiagaan, termasuk melakukan upaya pemadaman terhadap titik api yang masih terpantau, sehingga situasi di wilayah Kabupaten Sigi dapat segera dinyatakan aman dan terkendali.






