JAKARTA, BULLETIN – Masa depan John Herdman di kursi pelatih Timnas Indonesia kembali menjadi pembahasan hangat setelah kegagalan Skuad Garuda di Piala AFF 2026. Pertanyaan seputar apakah Herdman akan bertahan atau tidak, kini sepenuhnya diserahkan kepada evaluasi PSSI, terutama menjelang turnamen krusial FIFA ASEAN Cup 2026.
Legenda Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, berpendapat bahwa keputusan mengenai Masa Depan John Herdman tidak boleh hanya berdasarkan desakan publik. Ia menegaskan bahwa federasi memiliki mekanisme evaluasi yang harus diikuti secara profesional setelah setiap turnamen berakhir. Menurut Kurniawan, proses ini penting untuk memastikan keputusan yang objektif terkait Masa Depan John Herdman.
Kurniawan menambahkan, setiap pelatih memiliki kewajiban untuk menyampaikan laporan kinerja setelah menjalani sebuah ajang. Laporan ini menjadi dasar bagi federasi untuk melakukan evaluasi komprehensif terhadap Masa Depan John Herdman dan tim.
“Jadi masing-masing pelatih itu kan setiap event itu harus ada report. Dan mau berhasil atau enggak itu harus menyampaikan report-nya dan dari federasi yang akan mengevaluasi,” kata Kurniawan Dwi Yulianto dikutip dari vivacoid.
Artinya, hasil di FIFA ASEAN Cup 2026 mendatang tidak serta-merta menjadi penentu tunggal. PSSI perlu mempertimbangkan laporan, pencapaian target, performa tim, dan ketentuan kontrak sebelum memutuskan Masa Depan John Herdman. Proses ini diharapkan berjalan sesuai prosedur yang berlaku.
Kurniawan juga menekankan bahwa jika evaluasi mengarah pada pengakhiran kerja sama, proses tersebut harus sesuai dengan ketentuan kontrak yang telah disepakati.
“Kalaupun memang harus diberhentikan ya harus ikut cara yang sesuai dengan kontraknya,” ujarnya.
Tekanan terhadap Masa Depan John Herdman semakin besar setelah Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026. Skuad Garuda takluk 0-3 dari Vietnam pada 3 Agustus dan hanya bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada 7 Agustus, menjadikannya gagal mencapai target di turnamen tersebut.
Kini, Herdman mendapat kesempatan untuk membuktikan kualitasnya kembali di FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada akhir September hingga awal Oktober, dengan Indonesia tergabung di Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh. FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi krusial untuk Masa Depan John Herdman.
Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Singapura pada 25 September, Malaysia pada 28 September, dan Bangladesh pada 1 Oktober. Jika berhasil menjadi juara grup, Garuda akan berlaga di final pada 5 Oktober, sebuah momen penentu bagi Masa Depan John Herdman.
PSSI sendiri telah menargetkan juara di turnamen ini. Oleh karena itu, FIFA ASEAN Cup 2026 bukan hanya ajang pemulihan setelah kegagalan, tetapi juga panggung penting untuk mengukur sejauh mana proyek Herdman bersama Timnas Indonesia berjalan sesuai harapan, mempengaruhi Masa Depan John Herdman secara signifikan.
Meski demikian, Kurniawan masih melihat potensi besar bagi Indonesia. Ia optimistis dengan kualitas skuad Garuda yang ada saat ini.
“Dengan skuad yang ada, ya mudah-mudahan insya Allah juara,” imbuhnya.
FIFA ASEAN Cup 2026 akan menjadi titik evaluasi penting. Jika target juara tercapai, posisi Herdman tentu akan semakin kuat. Sebaliknya, kegagalan kembali akan memberikan PSSI alasan kuat untuk mengevaluasi kembali Masa Depan John Herdman dan proyek kepelatihannya.
Namun, seperti yang ditegaskan Kurniawan, keputusan akhir tetap berada di tangan federasi. Ini bukan sekadar tentang apakah Herdman akan out atau bertahan, melainkan bagaimana kinerja pelatih, hasil tim, dan rencana jangka panjang Timnas Indonesia selaras dengan target PSSI.






