Karhutla Sibualong Meluas, Tim Gabungan Kerahkan Tiga Tim Pemadaman

  • Whatsapp
Karhutla Sibualong
Karhutla Sibualong Meluas, Tim Gabungan Kerahkan Tiga Tim Pemadaman. (Foto:Baarnas)

DONGGALA, BULLETIN – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Sibualong, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, memasuki hari kedua penanganan pada Kamis (03/09). Tim SAR gabungan masih berjibaku memadamkan api yang membakar kawasan hutan dan pegunungan dengan luas terdampak diperkirakan mencapai delapan hektare, di mana kobaran api mulai bergerak mengarah ke wilayah permukiman.

Kondisi Karhutla Sibualong menjadi perhatian serius karena pergerakan api yang mendekati area tempat tinggal penduduk. Meskipun hingga laporan ini dibuat masyarakat belum dilaporkan dalam kondisi terancam langsung, potensi bahaya tetap menjadi pertimbangan utama dalam operasi pemadaman Karhutla Sibualong ini.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu mengerahkan 12 personel Basarnas untuk mendukung operasi melalui Posko Terpadu Lintas Sektoral Penanganan Karhutla Tim Gabungan Kabupaten Donggala. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi ancaman Karhutla Sibualong ini.

Operasi pemadaman Karhutla Sibualong dimulai dengan briefing pada pukul 07.00 WITA, meliputi pengecekan kekuatan personel, kesiapan peralatan, pembagian tugas, hingga prosedur keselamatan sebelum memasuki area terdampak. Sekitar pukul 07.15 WITA, tim gabungan kemudian bergerak melakukan pemadaman, dibagi menjadi tiga tim dengan dukungan kendaraan Manggala Agni dan sejumlah peralatan pemadaman.

Selain Basarnas, penanganan Karhutla Sibualong melibatkan Manggala Agni dua personel, BPBD Donggala dua personel, Dinas Kehutanan enam personel, Pemerintah Desa tiga personel, KPA Kecamatan Balaesang enam personel, serta masyarakat. Lokasi kebakaran berada pada koordinat 0°01’55.7″N 119°53’50.0″E.

Untuk menghadapi medan dan kondisi kebakaran, personel membawa sejumlah peralatan, antara lain satu unit truk personel, satu unit motor trail, dua set SCBA, tiga set alat pelindung diri (APD), dua set spray, dua unit HT, peralatan navigasi, peralatan medis dan evakuasi, serta satu unit fire truck. Peralatan ini vital dalam upaya penanganan Karhutla Sibualong.

Berita Pilihan :  Karhutla Terjadi di Tolitoli , Api Masih Menyala di Tengah Sulitnya Akses

Arah pergerakan api menjadi salah satu fokus utama dalam operasi hari kedua penanganan Karhutla Sibualong. Tim tidak hanya berupaya memadamkan titik api, tetapi juga melakukan pemantauan terhadap kemungkinan api mendekati kawasan yang dihuni masyarakat.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu menyebut kondisi tersebut tetap memiliki risiko terhadap keselamatan jiwa sehingga proses pemadaman dan monitoring Karhutla Sibualong dilakukan secara berkelanjutan. “Pemantauan akan terus dilakukan bersama seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan Karhutla,” kata Muh. Rizal, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu.

Hingga laporan ini dibuat, Karhutla di Desa Sibualong masih berstatus dalam penanganan. Tim gabungan terus bekerja di area terdampak sembari melakukan koordinasi lintas sektor berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.

Pos terkait