BOGOR, BULLETIN – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan penting di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat, 4 September 2026, membahas percepatan hilirisasi dan penataan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjadi fokus utama pemerintahannya. Pertemuan ini dihadiri oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara, menandai komitmen serius terhadap agenda ekonomi strategis ini.
Percepatan hilirisasi menjadi topik sentral dalam diskusi tersebut. Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya langkah ini untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Dengan fokus pada hilirisasi, pemerintah berupaya memperkuat iklim investasi dan menciptakan manfaat ekonomi yang lebih substansial bagi Indonesia.
“Percepatan hilirisasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, memperkuat investasi, serta menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya.
Selain hilirisasi, laporan perkembangan penataan dan perampingan BUMN juga menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Program restrukturisasi BUMN ini telah menunjukkan kemajuan signifikan. Hingga saat ini, sebanyak 290 BUMN telah ditutup, menghasilkan penghematan anggaran negara mencapai Rp50 triliun.
Proses konsolidasi BUMN ini akan terus berlanjut. Pemerintah menargetkan penutupan sedikitnya 700 BUMN lainnya hingga akhir Desember 2026. Upaya penataan dan perampingan BUMN ini merupakan bagian dari strategi besar untuk menyederhanakan struktur perusahaan negara dan meningkatkan efisiensi. Melalui restrukturisasi BUMN, pemerintah memproyeksikan efisiensi anggaran dapat mencapai hingga Rp100 triliun, memperkuat keuangan negara.






