Rybakina Hancurkan Osaka di US Open, Selangkah Lagi Rebut Takhta Nomor Satu Dunia

  • Whatsapp
Rybakina nomor satu dunia
Rybakina Hancurkan Osaka di US Open, Selangkah Lagi Rebut Takhta Nomor Satu Dunia

AS, BULLETIN – Elena Rybakina semakin dekat dengan sejarah baru dalam kariernya, di mana ia berpeluang besar menjadi petenis Rybakina nomor satu dunia. Petenis Kazakhstan ini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk merebut posisi puncak ranking WTA setelah tampil dominan dan menyingkirkan mantan juara Naomi Osaka di babak keempat US Open 2026. Kemenangan ini tidak hanya mengantarkan Rybakina ke perempat final, tetapi juga membuka lebar peluang untuk menduduki takhta tenis dunia untuk pertama kalinya.

Rybakina, unggulan kedua, berhasil mengalahkan Osaka, unggulan ke-13, dengan skor telak 6-1, 6-4 dalam pertandingan yang digelar di Louis Armstrong Stadium. Performa apik Rybakina menunjukkan kesiapannya untuk bersaing di level tertinggi dan menjadi Rybakina nomor satu dunia. Kemenangan ini merupakan langkah krusial bagi ambisinya di turnamen Grand Slam.

Petenis berusia 27 tahun itu akan menjadi Rybakina nomor satu dunia untuk pertama kalinya apabila mampu memenangkan pertandingan perempat finalnya di New York. Bahkan, peluang tersebut tetap terbuka meski Aryna Sabalenka berhasil mempertahankan gelar US Open. Ini menunjukkan betapa dekatnya Rybakina dengan pencapaian yang diidamkan banyak petenis.

Lawan Rybakina berikutnya di perempat final adalah petenis asal China, Zheng Qinwen. Pertemuan ini diprediksi akan menjadi salah satu duel paling menarik, mengingat Zheng baru saja menciptakan kejutan dengan mengalahkan mantan juara US Open, Iga Swiatek. Pertandingan ini menjadi penentu apakah Rybakina akan benar-benar menjadi Rybakina nomor satu dunia.

Menghadapi Osaka, Rybakina menunjukkan performa yang hampir sempurna, menegaskan mengapa dirinya menjadi salah satu kandidat kuat untuk mengangkat trofi US Open dan berpeluang menjadi Rybakina nomor satu dunia. Servisnya menjadi senjata utama; ia hanya kehilangan empat poin dari servisnya sepanjang pertandingan dan tidak memberikan Osaka banyak kesempatan untuk mengembangkan permainan. Rybakina mengambil kendali sejak set pertama, mengamankan set pertama 6-1 hanya dalam 21 menit.

Osaka mencoba memberikan perlawanan lebih kuat pada awal set kedua, namun momentum tersebut tidak bertahan lama. Osaka sempat mendapatkan satu-satunya peluang break dalam pertandingan, tetapi gagal memanfaatkannya. Rybakina kemudian kembali menekan dan merebut servis Osaka untuk unggul 4-3, menutup pertandingan hanya dalam 66 menit, mencatat tujuh ace dan menghasilkan 29 winner.

Berita Pilihan :  Pemain Garuda Kuasai 4 Liga Elite Eropa

Peluang menjadi petenis Rybakina nomor satu dunia tentu menjadi motivasi besar bagi Rybakina. Ia mengakui bahwa posisi tersebut merupakan target yang diinginkannya.

“Tentu saya menginginkannya. Saya tidak tahu siapa yang tidak menginginkannya,” kata Rybakina.

Namun, Rybakina berusaha tidak membiarkan peluang tersebut mengubah pendekatannya di lapangan. Ia memilih tetap fokus terhadap pertandingan berikutnya.

“Saya mencoba mendekatinya dengan cara yang sama, melakukan semua yang saya bisa, dan berjuang sampai akhir pertandingan berikutnya,” ujarnya.

Performa servisnya saat menghadapi Osaka juga membuat Rybakina optimistis. “Jika saya melakukan servis sebaik hari ini, saya pikir saya bisa tampil bagus. Semoga semuanya berjalan sesuai keinginan saya,” katanya. Pernyataan ini menunjukkan keyakinannya untuk menjadi Rybakina nomor satu dunia.

Bagi Osaka, kekalahan tersebut memperpanjang penantiannya untuk kembali meraih gelar Grand Slam. Mantan petenis nomor satu dunia itu merupakan juara US Open dua kali dan pernah memenangkan Australian Open, namun gelar Grand Slam terakhirnya diraih pada 2021. Osaka mengaku periode panjang tanpa gelar Grand Slam tidak lagi menjadi sesuatu yang ingin terlalu dipikirkannya.

Kini, perhatian beralih kepada Rybakina. Satu kemenangan lagi akan cukup untuk mengantarkannya ke puncak ranking dunia. Tetapi untuk mendapatkannya, ia harus melewati Zheng Qinwen yang baru saja menciptakan kejutan besar dengan menyingkirkan Swiatek. Dengan performa servis dan groundstroke seperti saat menghancurkan Osaka, Rybakina memiliki alasan kuat untuk percaya bahwa sejarah baru bisa tercipta di New York, menjadikannya Rybakina nomor satu dunia.

Pos terkait