PARIGI MOUTONG, BULLETIN.ID – Potensi gesekan akibat perbedaan keyakinan tidak selalu bermula dari konflik besar. Kesalahpahaman di tengah masyarakat dapat berkembang menjadi persoalan sosial ketika tidak segera dikelola.
Karena itu, Bhabinkamtibmas didorong tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi menjadi garda terdepan dalam mencegah konflik sosial yang berlatar belakang perbedaan agama, suku dan budaya.
Pesan tersebut disampaikan Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Sulawesi Tengah Kombes Sirajuddin Ramly saat membuka sosialisasi penguatan pemahaman Moderasi Beragama bagi Bhabinkamtibmas jajaran Polres Parigi Moutong di Gedung Pesat Gatra Mapolres Parigi Moutong, Selasa (22/9/2026).
Menurut Sirajuddin, pemahaman terhadap moderasi beragama penting karena Sulawesi Tengah memiliki masyarakat dengan latar belakang suku, budaya dan agama yang beragam. Keragaman tersebut membutuhkan kemampuan untuk mengelola perbedaan agar tidak berkembang menjadi intoleransi maupun konflik.
“Sulawesi Tengah adalah daerah yang kaya akan keberagaman suku, budaya, dan agama. Mengelola keberagaman ini memerlukan sinergi yang kuat dari berbagai pihak,” ujarnya.
Sirajuddin menekankan posisi Bhabinkamtibmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di desa dan kelurahan. Kedekatan tersebut membuat Bhabinkamtibmas memiliki peran penting dalam membaca dinamika sosial sekaligus mencegah persoalan berkembang menjadi konflik.
Bhabinkamtibmas, kata dia, harus mampu menjadi teladan, penengah yang adil dan penyelesai masalah ketika muncul riak sosial yang berkaitan dengan perbedaan keyakinan.
“Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah memberikan wawasan yang komprehensif agar Bhabinkamtibmas mampu menjadi teladan, penengah yang adil, serta problem solver yang andal ketika terjadi riak-riak sosial yang berlatar belakang perbedaan keyakinan,” katanya.
Peran tersebut tidak hanya dilakukan ketika persoalan sudah muncul. Bhabinkamtibmas juga diminta aktif membangun komunikasi dengan masyarakat dan menyampaikan nilai toleransi, saling menghormati serta moderasi beragama secara humanis.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena pencegahan konflik di tingkat masyarakat tidak hanya bergantung pada penegakan hukum, tetapi juga kemampuan membangun komunikasi sebelum perbedaan berubah menjadi pertentangan.
Penguatan moderasi beragama tersebut juga melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah. Ketua FKUB Sulteng Prof. Zainal Abidin hadir bersama jajaran dalam kegiatan tersebut.
Sirajuddin menilai komitmen bersama antara Polda Sulteng dan FKUB menjadi bagian penting dalam menjaga kerukunan dan persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
Sementara itu, Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Achmad Muhaimin mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kemampuan Bhabinkamtibmas dalam membangun komunikasi dengan masyarakat yang memiliki latar belakang agama, suku dan budaya yang berbeda.
Ia berharap sinergi Polda Sulteng dan FKUB terus diperkuat sehingga upaya menjaga kerukunan tidak hanya dilakukan ketika konflik terjadi, tetapi menjadi bagian dari pencegahan dan pembinaan masyarakat sehari-hari.






