PALU,BULLETIN.ID – Warga Kelurahan Buluri, Kota Palu, mengeluhkan kerusakan akses jalan pascabanjir yang terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Selasa (3/3/2026). Kerusakan paling terasa berada di jalur penghubung menuju kawasan Lekatu dan Wana yang sehari-hari digunakan masyarakat untuk beraktivitas.
Sejumlah warga Buluri menyebut, meski air tidak sampai menggenangi permukiman, material lumpur dan kerikil yang terbawa arus menyebabkan badan jalan tergerus dan sulit dilalui kendaraan.
Meski airnya tidak masuk ke rumah, tapi jalan rusak dan berlubang yang merupakan akses utama jadi terhambat.
Merespons kondisi tersebut, Hadianto Rasyid turun langsung meninjau lokasi terdampak di wilayah Watusampu dan Buluri, Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 13.30 Wita. Ia didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait ke untuk melihat kondisi di lapangan.
Wali Kota menyatakan, curah hujan tinggi menjadi penyebab utama banjir yang berdampak pada beberapa titik di Kota Palu, termasuk Watusampu dan Buluri. Menurutnya, kerusakan terfokus pada akses jalan yang menjadi urat nadi mobilitas warga.
“Akibat hujan dengan intensitas cukup besar, beberapa titik terdampak, termasuk di Watusampu dan Buluri. Kerusakan terjadi pada akses jalan masyarakat, terutama di wilayah Lekatu dan Wana,” kata Hadianto di sela peninjauan.
Ia memastikan pemerintah kota telah menurunkan tim teknis untuk melakukan identifikasi kerusakan sekaligus memetakan langkah penanganan. Perbaikan darurat dan normalisasi aliran air menjadi prioritas agar aktivitas warga segera pulih.
“Penanganan akan segera dilakukan, mudah-mudahan dalam satu sampai dua hari ke depan kondisi sudah kembali normal,” ujarnya.
Warga berharap perbaikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga disertai solusi jangka panjang, seperti penguatan drainase dan pengendalian aliran air saat hujan deras.
Sementara itu, Pemerintah Kota Palu memastikan tidak ada warga yang harus direlokasi karena banjir tidak sampai menggenangi permukiman. Fokus penanganan saat ini diarahkan pada pemulihan infrastruktur dan kelancaran akses masyarakat.
Pemkot juga menyatakan akan terus memantau perkembangan di lapangan guna memastikan seluruh dampak banjir dapat ditangani secara optimal, terutama di wilayah yang kerap terdampak saat curah hujan meningkat.






