326 ASN Ikuti Seleksi JPT Pemkot Palu

  • Whatsapp
Pemerintah Kota Palu resmi memulai tahapan krusial dalam pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama melalui seleksi terbuka yang diikuti oleh 326 peserta. Kamis (24/04/2026). Foto:Jufri

PALU, BULLETIN.ID — Pemerintah Kota Palu resmi memulai tahapan krusial dalam pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama melalui seleksi terbuka yang diikuti oleh 326 peserta. Kamis (24/04/2026).

Proses ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan cerminan upaya serius pemerintah daerah dalam menyaring figur-figur terbaik yang dinilai mampu menjawab tantangan tata kelola pemerintahan ke depan.

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, secara langsung membuka kegiatan penilaian kompetensi dan potensi tersebut di Ruang Rapat Bantaya, Kantor Wali Kota Palu, Jumat (24/04). Seleksi berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 April 2026, dengan fokus pada pengukuran kompetensi manajerial serta sosial kultural para peserta.

Dalam sambutannya, wali kota menegaskan bahwa seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan representasi sumber daya aparatur terbaik yang dimiliki Kota Palu saat ini. Namun, justru karena kualitas yang merata itulah, proses seleksi menjadi semakin kompleks dan menuntut ketelitian tinggi.

“Dari penampilan hari ini saja, sulit menentukan siapa yang terbaik. Semua adalah yang terbaik, tetapi proses ini tetap harus memilih,” ujar Hadianto.

Lebih dari sekadar kompetisi administratif, Hadianto menyoroti aspek psikologis yang kerap muncul dalam proses seleksi, yakni rasa “kecil hati” di kalangan peserta. Ia menilai hal tersebut bukan sekadar persoalan emosi, melainkan cerminan ketidakoptimisan dalam melihat peluang dan masa depan karier.

Menurutnya, proses seleksi sejatinya tidak hanya terjadi di ruang ujian, melainkan telah berlangsung dalam keseharian para aparatur saat menjalankan tugas di instansi masing-masing. Kinerja yang konsisten dan integritas dalam bekerja menjadi indikator utama yang akan menentukan siapa yang layak masuk dalam tiga besar kandidat yang diajukan.

“Ketika kita mampu menjalankan tugas dengan baik, itu sebenarnya bagian dari seleksi. Karena nanti hanya tiga nama yang akan diserahkan kepada kepala daerah,” jelasnya.

Berita Pilihan :  Gubernur Anwar Hafid Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal di Job Fair HUT ke-62 Sulteng

Menariknya, Hadianto juga menggarisbawahi standar kinerja yang diharapkan dari pejabat yang terpilih. Ia menolak paradigma umum yang menganggap “baik” sudah cukup, dan mendorong peserta untuk mencapai level “bagus” sebagai tolok ukur kinerja.

“Baik belum tentu bagus. Tapi kalau sudah bagus, pasti baik. Itu standar yang saya harapkan,” tegasnya.

Dari total peserta yang mengikuti seleksi, hanya akan dipilih untuk mengisi delapan posisi strategis JPT Pratama di lingkungan Pemerintah Kota Palu. Keterbatasan formasi ini menegaskan bahwa sebagian besar peserta harus siap menghadapi kemungkinan tidak terpilih.

Namun demikian, wali kota menekankan bahwa hasil seleksi bukanlah akhir dari perjalanan karier. Ia mendorong peserta yang belum berhasil untuk menjadikan proses ini sebagai sarana evaluasi dan penguatan diri.

“Kalau tidak terpilih, jangan berkecil hati. Dari situ kita belajar dan menguatkan diri. Seperti permata, di mana pun berada tetap akan bersinar,” ungkapnya.

Lebih jauh, Hadianto mengajak seluruh aparatur untuk tetap berkomitmen membangun Kota Palu, tanpa terikat pada jabatan tertentu. Ia menilai kontribusi terhadap pembangunan daerah tidak hanya datang dari posisi struktural, tetapi juga dari dedikasi di setiap lini birokrasi.

Seleksi ini dipandang sebagai bagian dari strategi reformasi birokrasi di Kota Palu, yang menitikberatkan pada meritokrasi, profesionalisme, dan integritas. Dengan jumlah peserta yang mencapai ratusan, proses ini juga mencerminkan tingginya minat dan kompetisi di kalangan aparatur sipil negara untuk menduduki posisi strategis.

Di akhir sambutannya, wali kota berharap seluruh rangkaian seleksi tidak hanya menghasilkan pejabat yang kompeten, tetapi juga memperkuat soliditas internal pemerintahan.

“Kita ingin setelah proses ini, tim kita semakin solid dan mampu membawa perubahan besar bagi Kota Palu,” tutupnya.

Pos terkait