EnviRun 2026 Jadi Simbol Kolaborasi Hadapi Perubahan Iklim di Morowali

  • Whatsapp
Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) 2026, PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali menggelar Environment Run (EnviRun) 2026. Foto:Ist

MOROWALI, BULLETIN.ID – Perubahan iklim bukan lagi ancaman yang akan datang, melainkan kenyataan yang mulai dirasakan masyarakat melalui perubahan cuaca ekstrem, degradasi lingkungan, hingga ancaman terhadap keberlanjutan ekonomi daerah. 

Di tengah tantangan tersebut, membangun kesadaran kolektif dan aksi nyata menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata.

Pesan itulah yang mengemuka dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) 2026 yang digelar PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali. Melalui kegiatan Environment Run (EnviRun) 2026, perusahaan tambang nikel tersebut mengajak masyarakat untuk menjadikan kepedulian lingkungan sebagai gerakan bersama demi masa depan Morowali yang lebih berkelanjutan.

Mengusung tema global “Inspired by Nature. For Climate. For Our Future” serta kampanye #NowForClimate yang sejalan dengan tema nasional “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, kegiatan yang dipusatkan di Desa Kolono, Kecamatan Bungku Timur, itu tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, EnviRun menjadi ruang edukasi publik tentang pentingnya keterlibatan setiap individu dalam menghadapi krisis iklim.

Ribuan peserta dari berbagai kalangan hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari masyarakat, pemerintah daerah, pekerja perusahaan, mitra usaha, organisasi kepemudaan hingga tokoh masyarakat. Kehadiran mereka mencerminkan tumbuhnya kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Berbeda dengan kampanye lingkungan yang sering berhenti pada tataran wacana, EnviRun 2026 dirancang untuk menghubungkan kesadaran dengan tindakan nyata. Melalui kegiatan fun run, fun walk, hingga aksi bersih lingkungan di sepanjang rute kegiatan, peserta diajak memahami bahwa upaya penyelamatan bumi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari.

Hasilnya, sebanyak 243,6 kilogram sampah berhasil dikumpulkan selama kegiatan berlangsung. Angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan gambaran bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan nyata yang membutuhkan perubahan perilaku masyarakat secara berkelanjutan.

Kesadaran itu semakin diperkuat melalui sesi Environment Talkshow yang mengangkat isu pengelolaan sampah sebagai salah satu faktor penting dalam mitigasi perubahan iklim. Diskusi tersebut menekankan pentingnya budaya memilah, mengurangi, dan mengelola sampah secara bertanggung jawab guna menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan tangguh menghadapi dampak perubahan iklim.

Bagi PT Vale, peringatan Hari Lingkungan Hidup bukan hanya bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga refleksi dari komitmen keberlanjutan yang menjadi fondasi operasional perusahaan.

Head of Mine Operation Bahodopi PT Vale, Wafir, menegaskan bahwa keberhasilan industri pertambangan tidak semata-mata diukur dari capaian produksi, tetapi juga dari kemampuan menciptakan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.

Berita Pilihan :  Bapenda Sulteng Kejar Potensi Pajak Daerah Pasca Temuan BPK

“Komitmen terhadap lingkungan bukan sekadar kewajiban, melainkan nilai yang mendasari setiap keputusan yang kami ambil. Prinsip Good Mining Practice menjadi kompas dalam seluruh tahapan operasional kami,” ujarnya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program keberlanjutan, mulai dari peningkatan efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon, pengelolaan air dan limbah melalui sistem sediment pond terintegrasi, reklamasi lahan pascatambang, hingga perlindungan keanekaragaman hayati melalui pengembangan pusat pembibitan dan program konservasi.

Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa isu lingkungan kini tidak lagi ditempatkan sebagai pelengkap aktivitas industri, melainkan menjadi bagian penting dalam strategi pertumbuhan perusahaan.

Pemerintah Kabupaten Morowali menilai upaya yang dilakukan PT Vale sejalan dengan kebutuhan daerah untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.

Mewakili Bupati Morowali, Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Morowali, Afridin, menyampaikan apresiasi atas kontribusi perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan masyarakat serta dampaknya terhadap kualitas lingkungan hidup.

Ia menegaskan bahwa tantangan perubahan iklim tidak mungkin diselesaikan oleh satu pihak. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi syarat utama untuk menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Momentum Hari Lingkungan Hidup ini mengingatkan kita bahwa setiap pihak memiliki peran dalam menjaga lingkungan, mendorong inovasi hijau, dan mendukung upaya pengurangan emisi karbon,” katanya.

Di balik rangkaian EnviRun 2026, terdapat pesan yang lebih besar: membangun budaya keberlanjutan yang tumbuh dari kesadaran individu dan berkembang menjadi gerakan sosial.

Melalui semangat Sustainability Starts With Me, Sustainability Starts With Us”, PT Vale berupaya menanamkan pemahaman bahwa perubahan tidak selalu lahir dari kebijakan besar atau investasi mahal. Perubahan dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti mengurangi sampah, menjaga kebersihan lingkungan, dan menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Di tengah semakin besarnya ancaman perubahan iklim, pesan tersebut menjadi relevan bagi Morowali yang tengah berkembang sebagai kawasan industri strategis. Sebab pada akhirnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan menjaga keseimbangan antara kemajuan industri, kelestarian lingkungan, dan kualitas hidup generasi mendatang.

Pos terkait