Rektor UIN Palu: Dasa Dharma Pramuka Fondasi Integritas

  • Whatsapp
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Profesor Lukman Thahir. Foto:Ist

PALU,BULLETIN.ID  – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Profesor Lukman Thahir menyatakan bahwa Dasa Dharma Pramuka menjadi fondasi yang kuat untuk membangun integritas dan moralitas bagi generasi muda.

“Oleh karena itu penguatan nilai – nilai Dasa Dharma Pramuka kepada generasi muda sangat penting, dalam membina karakter generasi muda,” kata Profesor Lukman Thahir, saat menyampaikan amanah dalam pembukaan kegiatan Kemah Temu Galang Tegak (KTGT) Ke-XV, di Kampus II UIN Datokarama, di Desa Pombewe, Kabupaten Sigi.

KTGT Ke-XV se-Sulawesi Tengah diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Racana Karamatul Husna UIN Datokarama dimulai tanggal 22 – 26 Juli 2026 bertempat di Kampus II UIN Datokarama di Sigi.

KTGT Ke-XV diikuti 750 peserta yang berasal dari 27 Gugus Depan (Gudep) tingkat penegak dan penggalang se-Sulawesi Tengah.

Di hadapan peserta KTGT, Rektor Profesor Lukman menyatakan bahwa nilai yang terkandung dalam Dasa Dharma Pramuka bukan sekadar bahan yang wajib dihafal oleh setiap kader pramuka.

Lebih dari itu, Dasa Dharma Pramuka adalah fondasi kokoh untuk membentuk integritas, kedisiplinan, serta moralitas generasi muda di tengah era digital.

“Pramuka mengajarkan kita untuk tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Dasa Dharma adalah kompas moral agar kita tidak kehilangan arah di tengah perubahan zaman,” ungkapnya.

Kata Rektor, salah satu poin Dasa Dharma ialah bertanggung jawab dan dapat dipercaya. Nilai ini menjadi pijakan esensial dalam melahirkan calon pemimpin masa depan yang memiliki komitmen moral tinggi terhadap masyarakat, bangsa, dan agama.

Berita Pilihan :  BPDP Perkuat Kapasitas 150 Pekebun Sawit Bengkayang

“Ketika seorang Pramuka memegang teguh rasa tanggung jawab dan kejujuran, maka ia akan menjadi benteng bagi dirinya sendiri dari perbuatan tercela,” tegas Profesor Lukman.

Ia menambahkan, pembinaan karakter tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran formal di dalam ruang kelas. Melalui kegiatan outdoor seperti Kemah Temu Galang Tegak (KTGT), para peserta diajarkan mempraktikkan secara langsung prinsip kesetiakawanan, gotong royong, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.***

Pos terkait