Saham BUMI Melesat, Breakout 170 Perkuat Peluang Kenaikan Harga

  • Whatsapp
Saham BUMI dan BRMS

JAKARTA, BULLETIN – Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menunjukkan pergerakan positif di Bursa Efek Indonesia (BEI) per 23 Juli 2026. Kenaikan ini ditopang oleh breakout harga BUMI di level Rp170 dan posisi BRMS yang konsisten di atas semua garis Moving Average (MA), menandakan tren bullish kuat. Pergerakan saham BUMI dan BRMS didorong oleh sentimen positif komoditas global dan laporan keuangan yang solid.

Emiten batubara, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), berhasil menembus level resistance Rp170 per saham pada perdagangan 23 Juli 2026. Analis memproyeksikan jika level ini dapat dipertahankan secara konsisten, maka target kenaikan berikutnya untuk saham BUMI berpotensi menuju Rp180 hingga Rp200. Pergerakan harga saham BUMI ini didukung oleh sentimen positif pasar terhadap komoditas batubara.

Sementara itu, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), emiten yang bergerak di sektor emas, terpantau berada di atas semua garis Moving Average, mulai dari MA5 hingga MA200. Kondisi ini menjadi indikator kuat adanya tren bullish jangka pendek hingga menengah untuk saham BRMS, menunjukkan optimisme investor yang tinggi. Kekuatan tren saham BRMS ini juga selaras dengan stabilitas harga emas internasional di atas USD 2.400 per troy ounce.

“Breakout di level 170 untuk BUMI menjadi sinyal kuat bahwa saham ini masih punya ruang naik. Target berikutnya bisa menuju Rp200 jika volume mendukung,” kata Arif Budiman, Analis pasar modal.

Perdagangan saham BUMI dan BRMS turut diwarnai oleh likuiditas yang tinggi, menjadikannya menarik bagi investor. Pada perdagangan terakhir, saham BUMI ditutup di level Rp172, naik 2,4%, sedangkan saham BRMS menguat 1,6% ke level Rp186. Investor asing juga tercatat net buy Rp45 miliar pada sektor tambang, termasuk pada saham BUMI dan BRMS, memperkuat sentimen positif.

Berita Pilihan :  Ranting Kayu Temuan Mahasiswi Undip Juara Stick Nation Wood Cup 2026, Kalahkan Norwegia

Dukungan fundamental juga datang dari laporan keuangan semester I 2026, di mana BUMI mencatat laba bersih Rp1,2 triliun dan BRMS membukukan laba Rp850 miliar. Data-data ini semakin memperkuat prospek positif kedua saham.

“BRMS menunjukkan tren yang sehat karena harga berada di atas semua garis MA. Ini menandakan investor masih optimis terhadap prospek emas,” kata Rina Kartika, Pengamat teknikal.

Meskipun prospek pergerakan saham BUMI dan BRMS positif, investor tetap disarankan untuk mencermati volume perdagangan serta pergerakan harga komoditas global. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga senantiasa tunduk pada regulasi yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk ketentuan auto rejection atas dan bawah (ARA/ARB), yang perlu dipahami investor.

Pos terkait