PALU,BULLETIN.ID – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Profesor Lukman Thahir menyatakan dosen sebagai seorang ilmuwan harus gencar menulis karya ilmiah, sebagai bentuk kontribusi dan eksistensi peran dalam pengembangan keilmuan.
“Sebagai ilmuwan, maka dosen memiliki tanggung jawab dan tugas melakukan transformasi keilmuan dengan penyesuaian terhadap perkembangan teknologi, dan melakukan pengembangan pengetahuan dan keilmuan melalui riset, serta melakukan penyebarluasan karya ilmiah melalui publikasi,” ucap Rektor Profesor Lukman Thahir, Sabtu (20/6).
Profesor Lukman menegaskan bahwa, sesuai Undang – Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang dosen dan guru, salah satu tanggung jawab dosen yaitu melakukan penyebarluasan karya ilmiah melalui publikasi.
“Hal ini tentu dapat dilakukan oleh dosen, bila dosen memiliki kemampuan untuk menulis karya ilmiah. Karena publikasi tidak dapat dilakukan, bila dosen tidak memiliki keterampilan atau kemampuan menulis karya ilmiah,” ujar Profesor Lukman.
Oleh karena itu, UIN Datokarama, kata Profesor Lukman terus melatih kemampuan dosennya untuk menulis karya ilmiah dalam rangka meningkatkan publikasi dosen di jurnal bereputasi nasional dan internasional.
UIN Datokarama melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) kolaborasi dengan Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) melaksanakan kegiatan Bimtek Penulisan Karya Ilmiah Berbasis Artificial Intelegence (AI), pada tanggal 18 – 19 Juni 2026.
UIN Datokarama menghadirkan dua narasumber yaitu Kepala UPT Perpustakaan Universitas Brawijaya Prof. Dr. Iwan Permad, dan Sekretaris, Pitoyo Widhi Atmoko. Kehadiran dua narasumber ini untuk melatih 187 dosen dan 13 mahasiswa strata dua.
Ketua Panitia Bimtek Dr. Uswatun Hasanah, mengemukakan bimbingan teknis yang dilakukan bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada peserta mengenai pemanfaatan AI dalam mendukung proses penulisan karya ilmiah.
Di samping itu, bimtek juga untuk melatih peserta agar mampu menggunakan tools AI secara tepat untuk membantu pencarian ide, penyusunan kerangka tulisan, pengembangan gagasan, perbaikan bahasa, dan penyusunan karya ilmiah.
“Hal ini untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam menulis karya ilmiah yang sistematis, kreatif, inovatif, dan sesuai dengan kaidah akademik,” ujar Uswatun Hasanah.






