Shin Tae-yong Pilih Bungkam, Terima Sanksi KFA Demi Masa Depan Karier di Indonesia

  • Whatsapp
Shin Tae-yong

JAKARTA, BULLETIN – Shin Tae-yong memilih merespons tenang keputusan Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) yang menjatuhkan sanksi disipliner berat terhadap dirinya. Mantan pelatih Timnas Indonesia ini menegaskan memilih menerima keputusan tersebut demi menghindari dampak buruk bagi mantan anak asuhnya serta situasi sepak bola Korea Selatan, sambil fokus melanjutkan karier kepelatihannya di Indonesia bersama Persija Jakarta.

Dalam wawancara dengan media Korea, Shin Tae-yong mengaku sebenarnya memiliki keinginan untuk membela diri. Namun, ia memilih menahan diri karena mempertimbangkan situasi yang lebih luas.

“Ada banyak hal yang tidak adil dan saya ingin membuktikan kebenarannya. Namun saya khawatir hal itu justru akan merugikan mantan pemain saya dan atmosfer sepak bola Korea saat ini tidak baik. Saya memilih menerima dan bertahan,” kata Shin Tae-yong.

Meskipun telah dijatuhi sanksi oleh KFA, Shin Tae-yong menyatakan belum menutup kemungkinan untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut. Ia juga menegaskan bahwa sanksi yang dijatuhkan Federasi Sepak Bola Korea Selatan tersebut hanya berlaku di wilayah Korea Selatan. Dengan demikian, posisi Shin Tae-yong sebagai pelatih Persija Jakarta tidak terdampak dan ia tetap dapat menjalankan tugasnya di kompetisi Liga 1 Indonesia.

Shin Tae-yong merupakan salah satu pelatih Asia dengan rekam jejak panjang. Ia pernah menangani Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 dan membawa Timnas Indonesia mencatat sejumlah pencapaian penting. Setelah sempat melatih Ulsan HD, Shin Tae-yong kembali ke Indonesia untuk membesut Persija Jakarta. Kasus yang menimpanya terjadi di tengah sorotan publik terhadap tata kelola sepak bola Korea Selatan, yang mana Federasi Sepak Bola Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir menuai kritik terkait proses pengambilan keputusan.

Berita Pilihan :  Gillingham vs Millwall: Preview Panas Laga Pramusim di Priestfield

Pos terkait