JAKARTA, BULLETIN – Klub raksasa Liga 1, Persija Jakarta, akhirnya buka suara terkait polemik Sanksi Shin Tae-yong dari Korea Football Association (KFA). Melalui pernyataan resmi pada 24/05, Persija menegaskan bahwa hukuman yang berlaku setahun itu tidak akan memengaruhi aktivitas Shin Tae-yong sebagai pelatih tim Macan Kemayoran.
Manajemen klub Ibu Kota itu mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi langsung dengan Korea Football Association (KFA) guna memastikan fakta di balik informasi yang beredar luas di publik. Sanksi Shin Tae-yong tersebut memang berlaku selama satu tahun, namun hukuman itu hanya memiliki kekuatan hukum di lingkungan sepak bola Korea Selatan.
Oleh karena itu, aktivitas Shin Tae-yong sebagai pelatih Persija Jakarta tidak terdampak sama sekali dan tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya. Klarifikasi ini penting untuk meluruskan informasi mengenai status Sanksi Shin Tae-yong agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat.
“Klub menghormati keputusan KFA sebagai otoritas sepak bola Korea Selatan. Meski demikian, manajemen tetap menaruh kepercayaan penuh kepada Shin Tae-yong untuk memimpin tim dan mempersiapkan skuad menghadapi agenda kompetisi,” kata Mohamad Prapanca, Presiden Persija.
Dengan klarifikasi ini, Persija berharap publik memperoleh informasi yang utuh dan akurat mengenai status pelatihnya, sehingga tidak ada lagi spekulasi terkait keberadaan Sanksi Shin Tae-yong di tengah masyarakat pecinta sepak bola Tanah Air.






