Modal Asing Masuk Indonesia Tembus US$10 Miliar, Destri : Rupiah Makin Stabil

  • Whatsapp
Modal Asing Masuk Indonesia

JAKARTA, BULLETIN

Arus modal asing masuk Indonesia terus menunjukkan tren positif, di mana Bank Indonesia (BI) mencatat nilainya telah menembus US$10 miliar hingga periode terbaru. Peningkatan ini, yang naik dari US$8,5 miliar pada kuartal II 2026, dinilai sangat penting untuk memperkuat cadangan devisa dan stabilitas rupiah di tengah gejolak ekonomi global.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa derasnya arus modal asing masuk Indonesia ini memberikan dampak signifikan bagi perekonomian nasional. Khususnya, aliran modal asing masuk Indonesia berperan dalam menjaga cadangan devisa dan likuiditas pasar keuangan domestik tetap kuat. Ini krusial untuk mengelola rupiah agar lebih stabil.

“Buat kami sangat penting karena memperkuat cadangan devisa kita, menambah likuiditas di pasar. Dengan begitu tentu kita lihat ekonomi atau rupiah kita bisa di-manage dengan lebih stabil,” kata Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.

Ketersediaan pasokan valuta asing, terutama dolar Amerika Serikat (AS), merupakan faktor kunci dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Di tengah tekanan eksternal yang masih membayangi pasar keuangan global, modal asing masuk Indonesia membantu menahan gejolak. Hal ini juga meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar domestik serta memperkuat ketahanan sektor keuangan nasional.

Data terbaru BI mengonfirmasi bahwa modal asing masuk Indonesia kini mencapai US$10 miliar, meningkat sekitar US$1,5 miliar dari posisi US$8,5 miliar pada laporan kuartal II 2026. Peningkatan modal asing masuk Indonesia menjadi sinyal positif bahwa negara ini masih menjadi tujuan investasi yang menarik. Bank Indonesia optimistis aliran ini akan terus mendukung stabilitas rupiah dan ketahanan ekonomi nasional hingga akhir tahun 2026.