CSKA 1948 Tahan Gempuran Panathinaikos, Curi Poin Lewat Serangan Balik

  • Whatsapp
CSKA 1948

ATHENA, BULLETIN – Klub asal Bulgaria, CSKA 1948 Sofia, berhasil mencuri hasil imbang 1-1 saat bertandang ke markas Panathinaikos pada leg pertama kualifikasi babak ketiga UEFA Conference League. Pertandingan tersebut digelar di Stadion Olimpiade Spiros Louis, Athena, di mana CSKA 1948 tampil di bawah tekanan hebat namun mampu memanfaatkan strategi serangan balik cepat untuk meredam dominasi tuan rumah.

Panathinaikos menguasai penuh jalannya pertandingan sejak awal. Klub asal Yunani tersebut mencatatkan 69 persen penguasaan bola, 567 operan akurat, dan melancarkan hingga 99 penetrasi ke area sepertiga akhir lapangan lawan. Tuan rumah sempat unggul lebih dulu melalui sundulan Adriano Jagušić pada menit ke-21.

Namun, efektivitas permainan justru menjadi milik CSKA 1948. Hanya berselang sepuluh menit, sepakan Georgi Rusev berhasil menyamakan kedudukan, mengejutkan publik Athena. Gol ini menunjukkan ketajaman CSKA 1948 dalam memanfaatkan celah lawan.

Meskipun kalah jauh dalam penguasaan bola, CSKA 1948 tampil sangat mengancam melalui skema transisi cepat. Mereka mencatatkan 19 kali tembakan dan menciptakan dua peluang emas. Kedisiplinan lini belakang yang dipimpin Lasha Dvali, yang mencatatkan sembilan kali sapuan, serta aksi impresif kiper Petar Marinov dengan empat penyelamatan krusial, membuktikan ketangguhan bertahan CSKA 1948 yang membukukan total 38 kali sapuan sepanjang laga. Pertahanan solid ini menjadi kunci bagi CSKA 1948.

Sengitnya gelombang serangan balik CSKA 1948 bahkan memaksa bek tengah Panathinaikos, Rick Van Drongelen, bekerja ekstra keras. Van Drongelen melakukan 12 kemenangan duel, lima sapuan, dan tiga blok tembakan untuk menyelamatkan timnya dari kekalahan. Performa benteng terakhir inilah yang membuatnya dinobatkan sebagai Player of the Match versi Sofascore dengan rating 8,1, melengkapi catatan bertahan solid Dvali di kubu CSKA 1948 yang mendapat nilai 7,9.

Berita Pilihan :  Franco Baresi Meninggal Dunia, AC Milan Kehilangan Sang Legenda

Pos terkait