MANCHESTER, BULLETIN – Gelandang timnas Belanda, Tijjani Reijnders, selangkah lagi meninggalkan Manchester City untuk bergabung dengan klub Arab Saudi, Al Qadsiah. Transfer Tijjani Reijnders Al Qadsiah ini dikabarkan telah disepakati semua pihak dengan nilai transfer mencapai €61 juta atau sekitar Rp1 triliun.
Laporan terbaru dari Fabrizio Romano menyebutkan bahwa kesepakatan verbal sudah tercapai antara Manchester City, Al Qadsiah, dan pemain berusia 28 tahun itu. Kedua klub saat ini sedang dalam proses pertukaran dokumen untuk menyelesaikan administrasi sebelum penandatanganan kontrak resmi dilakukan. Kepindahan Tijjani Reijnders Al Qadsiah menjadi salah satu sorotan di bursa transfer musim panas ini.
Perpindahan Tijjani Reijnders Al Qadsiah ini cukup mengejutkan mengingat ia baru bergabung dengan Manchester City pada musim panas 2025 setelah direkrut dari AC Milan. Saat itu, City mengeluarkan dana sekitar £46,3 juta untuk memboyong pemain asal Belanda tersebut ke Etihad Stadium. Dengan nilai transfer ke Al Qadsiah yang mencapai €61 juta, Manchester City dipastikan akan mendapatkan keuntungan finansial signifikan meskipun sang pemain baru satu musim berada di klub.
Tanda-tanda kepindahan Reijnders semakin kuat setelah ia dilaporkan tidak mengikuti sesi latihan Manchester City pada Kamis lalu. Situasi ini terjadi di tengah penyelesaian proses administrasi transfernya.
Reijnders disebut tengah menunggu waktu yang tepat untuk terbang ke Arab Saudi guna merampungkan kepindahannya ke Al Qadsiah. Klub yang baru promosi ke Saudi Pro League ini memang dikenal agresif dalam memperkuat skuadnya.
Al Qadsiah sendiri menjadi salah satu klub di Saudi Pro League yang sangat ambisius. Kedatangan Reijnders diharapkan mampu memberikan tambahan kualitas yang signifikan di lini tengah tim. Pengalaman pemain berusia 28 tahun ini di level sepak bola elite Eropa dan bersama timnas Belanda menjadi nilai plus bagi Al Qadsiah.
Reijnders meninggalkan AC Milan untuk bergabung dengan Manchester City pada 2025. Selama satu musim berseragam The Citizens, ia mencatatkan 50 penampilan di berbagai kompetisi, dengan kontribusi tujuh gol dan delapan assist. Namun, pada paruh kedua musim, posisinya di tim utama mulai berkurang, dan ia hanya menjadi starter dalam lima pertandingan Premier League. Kondisi ini disinyalir menjadi salah satu faktor pendorong keputusannya untuk menerima tawaran dari Arab Saudi.
Bagi Manchester City, penjualan Tijjani Reijnders Al Qadsiah juga merupakan bagian dari strategi perombakan skuad di lini tengah. Klub sedang melakukan perubahan komposisi pemain dan memerlukan ruang untuk mendatangkan wajah-wajah baru. Jika seluruh dokumen telah ditandatangani, Reijnders akan mengakhiri perjalanan singkatnya bersama Manchester City dan memulai babak baru di Saudi Pro League.
Transfer Tijjani Reijnders Al Qadsiah ini juga menjadi bukti semakin besarnya daya tarik kompetisi Arab Saudi dalam merekrut pemain-pemain berpengalaman dari klub-klub top Eropa. Mereka menawarkan gaji besar dan tantangan baru bagi para bintang sepak bola.
Meskipun kesepakatan verbal telah tercapai, transfer ini baru akan benar-benar resmi setelah seluruh dokumen ditandatangani dan proses administrasi selesai sesuai ketentuan.






