KOBE, BULLETIN – FC Tokyo bertekad memetik kemenangan saat melawat ke markas Vissel Kobe pada pekan kedua J1 League musim 2026/2027. Pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung di Stadion NOEVIR Kobe, Sabtu (15/08), menjadi ajang bagi FC Tokyo untuk bangkit setelah mengawali musim dengan hasil mengecewakan.
Laga tandang ini menjadi momentum penting bagi FC Tokyo untuk bangkit dan menunjukkan performa terbaik mereka. Pasalnya, tim berjuluk Biru Merah tersebut harus menelan kekalahan telak 1-5 saat menjamu FC Machida Zelvia di Stadion Ajinomoto pada pertandingan sebelumnya. Hasil tersebut memotivasi skuad FC Tokyo untuk bangkit.
FC Tokyo sejatinya mampu membuka keunggulan melalui Marcelo Ryan pada menit kelima pertandingan. Namun, momentum pertandingan berubah drastis setelah Kento Hashimoto diganjar kartu merah pada menit ke-38. Bermain dengan 10 pemain membuat FC Tokyo kesulitan mempertahankan keunggulan, dan Machida berhasil membalikkan keadaan hingga pertandingan berakhir dengan kemenangan telak 5-1.
Hasil buruk tersebut menempatkan FC Tokyo di peringkat ke-10 klasemen sementara dengan tiga poin dari satu pertandingan. Di sisi lain, Vissel Kobe juga mengantongi tiga poin setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas Avispa Fukuoka, menjadikan laga ini semakin menarik untuk disaksikan. Motivasi untuk FC Tokyo bangkit semakin kuat.
Penyerang andalan FC Tokyo, Keiin Sato, menegaskan bahwa timnya tidak ingin kembali kehilangan poin. Ia menyebut dukungan suporter menjadi motivasi utama bagi skuad untuk memberikan respons positif setelah kekalahan pada laga sebelumnya. Keiin Sato menekankan pentingnya FC Tokyo bangkit.
“Para penggemar telah memberikan dukungan luar biasa dan menaruh harapan besar kepada kami, jadi kami harus terus melangkah. Kami sama sekali tidak boleh kalah dua kali beruntun, jadi kami pasti akan mengincar kemenangan kali ini,” kata Keiin Sato.
Kapten FC Tokyo, Sei Muroya, juga meminta rekan-rekannya untuk segera bangkit. Menurutnya, tim harus menunjukkan persatuan dan merespons hasil buruk tersebut melalui performa di pertandingan berikutnya. Ia optimis FC Tokyo bisa bangkit.
“Ini tentang bagaimana kami merespons mulai dari sini. Saya ingin menunjukkan kepada para penggemar dan pendukung kami bahwa kami akan bersatu kembali sebagai sebuah tim,” ujar Muroya.
Muroya menilai FC Tokyo sebenarnya tampil menjanjikan pada awal pertandingan melawan Machida sebelum insiden kartu merah mengubah jalannya laga. Ia yakin tim memiliki potensi untuk FC Tokyo bangkit.
“Babak pertama sepenuhnya menjadi milik kami, dan kami membuat permulaan yang sangat luar biasa. Saya pikir itu adalah pertandingan yang bisa kami jalani dengan kepala tegak hingga terjadinya kartu merah,” ujarnya.
Pelatih FC Tokyo, Rikizo Matsuhashi, menyadari tantangan berat yang menanti timnya. Ia menilai Vissel Kobe sebagai salah satu tim kuat yang harus mampu mereka lewati jika ingin mendapatkan hasil positif dan melihat FC Tokyo bangkit.
“Kobe adalah klub yang telah membuahkan hasil dan merupakan juara yang layak. Kami harus melampaui tim seperti mereka,” ujar Matsuhashi.
FC Tokyo dipastikan kehilangan Kento Hashimoto yang menjalani sanksi larangan bertanding selama dua laga. Namun, tim mendapat tambahan kekuatan dengan kehadiran Soma Anzai dan Yuto Nagatomo, sementara Hirotaka Ishihara serta Kashif Bangnagande juga siap memperkuat lini pertahanan mereka. Ini adalah modal penting bagi FC Tokyo untuk bangkit.
Dalam pertandingan ini, Vissel Kobe diperkirakan mengandalkan formasi 4-3-3 dengan Shuichi Gonda di bawah mistar gawang. Sementara FC Tokyo kemungkinan akan menggunakan skema 4-4-2 dengan Sei Muroya sebagai salah satu pemain penting di lini tengah. Duel Vissel Kobe kontra FC Tokyo akan menjadi ujian penting bagi tim tamu, yang tidak hanya dituntut meraih poin, tetapi juga membuktikan bahwa kekalahan telak pada laga pembuka bukan gambaran kekuatan mereka sepanjang musim. Mampukah FC Tokyo bangkit?






