ITALIA, BULLETIN – Sassuolo singkirkan Cesena dengan skor telak 3-0 dalam laga babak 32 besar Coppa Italia. Kemenangan ini memastikan Sassuolo melaju ke babak selanjutnya, sementara Cesena harus mengakhiri perjalanan mereka di kompetisi bergengsi tersebut.
Sassuolo menunjukkan dominasinya sejak awal pertandingan, memanfaatkan peluang dengan efektif. Cesena terlihat kesulitan mengembangkan permainan di bawah tekanan tim tuan rumah.
Gol pembuka Sassuolo tercipta pada menit ke-13 melalui Volpato. Gol ini berawal dari umpan silang akurat Doig dari sisi kiri lapangan yang kemudian diteruskan oleh Cinquegrano sebelum diselesaikan dengan dingin oleh Volpato, mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk Sassuolo.
Tuan rumah berhasil menggandakan keunggulan melalui Adzic. Memanfaatkan umpan ciamik Doig yang dilewatkan oleh Bowie, Adzic melepaskan tembakan terarah ke tiang dekat yang gagal diantisipasi penjaga gawang, membuat skor menjadi 2-0 dan semakin membenamkan Cesena.
Cesena berupaya keras untuk bangkit, terutama menjelang akhir babak pertama dan awal babak kedua. Beberapa peluang didapatkan melalui sundulan Guidi serta tembakan dari Druiventak dan Bisoli, namun tidak ada yang berhasil menggetarkan jaring gawang Sassuolo.
Kemenangan Sassuolo dipastikan dengan gol ketiga Volpato sekitar 15 menit sebelum pertandingan berakhir, mengunci skor 3-0. Hasil ini membawa Sassuolo ke babak 16 besar untuk menghadapi Frosinone.
Pelatih Cesena, Alessandro Diamanti, mengakui bahwa timnya terlambat menemukan ritme permainan. Menurutnya, tekanan di awal pertandingan berdampak pada performa anak asuhnya.
“Kami tidak menyelamatkan 20 menit pertama. Kami masuk seperti petinju yang berada di sudut ring karena ketegangan sebelum pertandingan,” kata Alessandro Diamanti, Pelatih Cesena, dikutip dari media asing teleromagna.it.
Diamanti menambahkan bahwa Cesena sebenarnya mampu memberikan respons setelah tertinggal. Namun, kegagalan dalam memaksimalkan sejumlah peluang menjadi faktor utama kekalahan dari Sassuolo.
“Kami memiliki empat peluang dan jika bisa mencetak gol, pertandingan mungkin akan menjadi lebih menarik. Namun, kualitas mereka kemudian terlihat. Ketika mendapat peluang, kami harus lebih kejam karena jika tidak dimanfaatkan, lawan yang akan mengambil keuntungan,” ujarnya, menyiratkan evaluasi mendalam usai Sassuolo singkirkan Cesena.
Diamanti juga menyoroti kurangnya keberanian para pemain di lini depan. Ia meminta tim untuk lebih berani mengambil inisiatif saat memasuki area pertahanan lawan dalam pertandingan selanjutnya.
Cesena kini harus segera mengalihkan fokus ke kompetisi liga, di mana mereka dijadwalkan membuka musim dengan menghadapi Sampdoria di kandang pada hari Minggu.
Selain kekalahan, kondisi Piacentini menjadi perhatian setelah pemain tersebut mengalami masalah dan harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Diamanti menyebut absennya Piacentini berpotensi menjadi kehilangan besar bagi tim dalam upaya bangkit setelah Sassuolo singkirkan Cesena.
“Dia tidak mendapat sensasi positif dan harus menjalani pemeriksaan instrumental. Ini kehilangan penting bagi kami karena dia tampil bagus,” kata Diamanti, mengkhawatirkan dampak absennya Piacentini.
Terkait Frabotta, sang pelatih menjelaskan bahwa pemain tersebut masih membutuhkan waktu untuk kembali setelah operasi tendon. Kondisi ini membuat Frabotta belum dapat berlatih secara konsisten bersama tim, menambah daftar masalah jelang pertandingan penting Cesena.






