PARIGI MOUTONG, BULLETIN – Kebakaran lahan perkebunan warga melanda Dusun 5, Desa Bolano Barat, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Selasa (25/08/2026) malam. Insiden kebakaran lahan Bolano Barat ini menghanguskan area seluas empat hektare, memicu kewaspadaan terhadap kemunculan titik api baru.
Berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sulawesi Tengah serta BPBD Kabupaten Parigi Moutong, kebakaran terjadi sekitar pukul 18.10 WITA atau setelah waktu Magrib. Laporan mengenai kejadian kebakaran lahan Bolano Barat tersebut diterima BPBD pada pukul 23.35 WITA. Hingga laporan dibuat, penyebab pasti kebakaran belum diketahui.
Meskipun api telah berhasil dipadamkan oleh warga sekitar dan Babinsa, kondisi di lokasi belum sepenuhnya dinyatakan aman. Warga bersama Babinsa masih melakukan pemantauan intensif untuk mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api. Kondisi lahan yang kering menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko kebakaran lahan Bolano Barat kembali terjadi.
Penanganan awal dilakukan sigap oleh warga sekitar lokasi kejadian. Api berhasil dikendalikan sebelum laporan mencatat adanya korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat kebakaran lahan Bolano Barat. Ini menunjukkan respons cepat dari masyarakat dalam menghadapi bencana.
BPBD Kabupaten Parigi Moutong kemudian melakukan koordinasi lintas sektor dengan pemerintah kecamatan, aparat desa, dan masyarakat. Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan kondisi di lokasi tetap terkendali dan memitigasi dampak lebih lanjut dari kebakaran lahan Bolano Barat. BPBD Sulawesi Tengah juga melakukan assessment terhadap kejadian tersebut sebagai bagian dari upaya pemantauan dan penanganan bencana.
Hingga laporan terakhir, tidak terdapat korban jiwa maupun pengungsi akibat kebakaran tersebut. Namun, petugas dan masyarakat belum menghentikan pemantauan. Langkah ini diambil untuk memastikan bara atau titik panas yang tersisa tidak kembali memicu kebakaran lahan Bolano Barat, terutama mengingat kondisi lahan yang relatif kering dan rentan terbakar.
BPBD mencatat kebutuhan mendesak dalam penanganan kebakaran lahan Bolano Barat berupa peralatan mobile pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebutuhan tersebut menjadi perhatian serius karena penanganan kebakaran lahan memerlukan kesiapan peralatan yang dapat bergerak cepat menuju lokasi ketika kembali ditemukan titik api. Ketersediaan alat ini sangat krusial untuk respons cepat.
Kebakaran di Bolano Barat menambah perhatian terhadap potensi karhutla di wilayah Sulawesi Tengah, khususnya di tengah kondisi lahan yang kering. Pencegahan menjadi sangat penting agar kebakaran lahan Bolano Barat yang awalnya terjadi pada area perkebunan tidak meluas ke kawasan lain dan menyebabkan kerugian lebih besar. Kewaspadaan masyarakat sangat dibutuhkan.
BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan kembali asap atau titik api di sekitar wilayah perkebunan maupun kawasan hutan. Laporan cepat dapat mencegah kebakaran meluas. Hingga Rabu (26/08/2026), situasi di lokasi kebakaran dilaporkan terkendali, dan pemantauan terus dilakukan.
Laporan kejadian kebakaran lahan Bolano Barat disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Asbudianto, S.T., M.Si., berdasarkan informasi dari TRC dan Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Tengah serta TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Parigi Moutong. Informasi ini menjadi dasar bagi langkah-langkah penanganan selanjutnya.






