8 Tips Ampuh Merawat Rambut Diwarnai agar Warna Tahan Lama dan Sehat

  • Whatsapp
Merawat Rambut Diwarnai
ILUSTRASI/Istock

JAKARTA, BULLETIN – Mewarnai rambut memang dapat mengubah penampilan secara instan, namun butuh perawatan ekstra. Banyak yang mengeluh warna cepat pudar dan rambut menjadi rusak setelah pewarnaan, terutama jika melibatkan proses bleaching. Oleh karena itu, merawat rambut diwarnai agar warna tetap awet dan tidak mudah rusak menjadi kunci.

Proses pewarnaan, terutama bleaching, membuat rambut lebih rentan kering, kusam, dan mudah patah. Perawatan yang teratur sangat dibutuhkan untuk rambut yang sudah diwarnai agar tetap sehat dan warnanya terjaga.

Berikut adalah beberapa cara efektif yang bisa dilakukan agar warna rambut diwarnai tetap menarik sekaligus menjaga kesehatan rambut:

1. Jangan Terlalu Sering Keramas

Terlalu sering mencuci rambut dapat membuat sebagian jenis pewarna lebih cepat memudar. Sesuaikan frekuensi keramas dengan kondisi kulit kepala dan rambut Anda. Pilihlah sampo yang lembut dan, jika diperlukan, gunakan produk yang memang diformulasikan khusus untuk merawat rambut diwarnai.

2. Gunakan Kondisioner Setiap Keramas

Rambut yang diwarnai membutuhkan kelembapan tambahan. Kondisioner dapat membantu membuat batang rambut terasa lebih lembut dan mudah diatur. Aplikasikan kondisioner terutama pada bagian tengah hingga ujung rambut, dan hindari berlebihan pada kulit kepala. Ini penting untuk merawat rambut diwarnai.

3. Gunakan Masker Rambut Secara Berkala

Jika rambut terasa kering atau kasar setelah pewarnaan, masker rambut dapat menjadi tambahan penting dalam rutinitas perawatan. Pilih produk sesuai kondisi rambut Anda dan gunakan berdasarkan petunjuk pada kemasan. Masker rambut berperan vital dalam merawat rambut diwarnai agar tetap ternutrisi.

4. Kurangi Penggunaan Alat Styling Bersuhu Tinggi

Catokan, alat pengeriting, dan pengering rambut dengan suhu tinggi dapat memperparah kerusakan pada rambut yang sudah diproses secara kimia. Jika harus menggunakan alat panas, atur suhu yang tidak berlebihan dan pertimbangkan produk pelindung panas. Ini akan membantu merawat rambut diwarnai dari kerusakan.

Berita Pilihan :  Maulid Nabi 2026: Libur Nasional 25 Agustus, Ini Amalan Dianjurkan

5. Lindungi Rambut dari Paparan Matahari Berlebihan

Paparan sinar matahari dapat membuat rambut terasa lebih kering dan pada beberapa jenis pewarna membuat warna lebih cepat berubah. Saat berada di bawah sinar matahari dalam waktu lama, gunakan topi atau perlindungan lain yang sesuai. Perlindungan ini esensial untuk merawat rambut diwarnai.

6. Hindari Terlalu Sering Melakukan Proses Kimia

Pewarnaan ulang, bleaching, pelurusan, atau pengeritingan dalam waktu berdekatan dapat meningkatkan risiko rambut rapuh dan patah. Berikan waktu bagi rambut untuk pulih sebelum menjalani proses kimia berikutnya. Hal ini krusial dalam merawat rambut diwarnai agar tidak rusak parah.

7. Jangan Menggosok Rambut dengan Kasar

Rambut yang basah lebih mudah mengalami kerusakan. Setelah keramas, hindari menggosok rambut dengan handuk secara agresif. Keringkan secara perlahan dan gunakan sisir dengan lembut, terutama ketika rambut masih basah. Perlakuan lembut ini bagian dari merawat rambut diwarnai.

8. Perhatikan Kondisi Kulit Kepala

Perawatan rambut tidak hanya berfokus pada warna dan batang rambut. Jika setelah pewarnaan kulit kepala mengalami rasa terbakar, gatal berat, kemerahan, atau muncul luka, hentikan penggunaan produk yang dicurigai menyebabkan reaksi. Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis, seperti dokter kulit di KlikDokter, untuk penanganan lebih lanjut. Kulit kepala yang sehat adalah fondasi untuk merawat rambut diwarnai.

Warna Awet, Rambut Tetap Sehat

Merawat rambut diwarnai bukan hanya soal mempertahankan warna agar tetap cerah, tetapi juga memprioritaskan kesehatan rambut secara keseluruhan. Gunakan produk sesuai kebutuhan, kurangi paparan panas dan proses kimia berlebihan, serta perhatikan kondisi kulit kepala. Jika rambut mengalami kerusakan berat atau kerontokan yang menetap setelah pewarnaan, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Pos terkait