TANGERANG, BULLETIN – Bek Persita Tangerang, Javlon Guseynov, membuka peluang untuk menjalani proses naturalisasi dan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Meskipun begitu, pemain asal Uzbekistan ini menegaskan bahwa naturalisasi belum menjadi rencana utama yang sedang dipikirkannya saat ini.
Javlon Guseynov telah menghabiskan sekitar tujuh tahun kariernya di kancah sepak bola Indonesia. Pemain berusia 35 tahun ini pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 2019, bergabung dengan klub Borneo FC. Kini, Guseynov telah fasih berbahasa Indonesia dan beradaptasi dengan baik.
Sejak debutnya tersebut, Guseynov terus melanjutkan perjalanan kariernya di kompetisi sepak bola Tanah Air, hingga saat ini menjadi bagian integral dari skuad Persita Tangerang. Lamanya menetap dan berkarier di Indonesia telah membuatnya semakin akrab dengan kehidupan sehari-hari di negara ini, menunjukkan potensi untuk Javlon Guseynov naturalisasi.
Dengan pengalaman panjang di Indonesia, peluang Javlon Guseynov untuk naturalisasi mulai banyak dikaitkan dengan pemain yang masih memegang paspor Uzbekistan tersebut. Namun, Guseynov mengaku belum memiliki rencana konkret untuk mengubah status kewarganegaraannya.
“Belum terpikir tentang itu. Tetapi, siapa tahu, bisa jadi,” kata Javlon Guseynov saat peluncuran tim Persita Tangerang di Tangerang, Banten, Kamis, 27/08/2026.
Pernyataan Guseynov tersebut mengindikasikan bahwa ia tidak menutup pintu apabila suatu saat terdapat peluang untuk menjadi WNI. Meski demikian, hingga saat ini belum ada informasi mengenai proses resmi terkait Javlon Guseynov naturalisasi yang sedang dijalankan sang pemain.
Di usia 35 tahun, pengalaman Guseynov di sepak bola Indonesia menjadi salah satu modal penting. Selama berkarier di Tanah Air, ia telah mengenal karakter kompetisi, kultur sepak bola, hingga kehidupan di Indonesia, yang semakin menguatkan opsi Javlon Guseynov naturalisasi.
Kini, fokus utama Javlon Guseynov tetap bersama Persita. Sementara kemungkinan naturalisasi masih sebatas peluang yang terbuka di masa mendatang, bukan agenda yang tengah dijalankan secara resmi.






