PONTIANAK, BULLETIN – Ayman Modjo, putra vokalis Sheila On 7, Duta, mulai mencuri perhatian di kancah bulu tangkis internasional. Pemuda kelahiran 09 Oktober 2005 ini serius menekuni olahraga tepok bulu dan baru saja berkompetisi di babak kualifikasi Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026.
Perjalanan Ayman Modjo di turnamen BWF World Tour Super 100 yang berlangsung di Pontianak ini harus terhenti pada Selasa, 01 September 2026. Menghadapi wakil China, Liu Yu Xuan, di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Ayman Modjo kalah dua gim langsung dengan skor 6-21, 14-21.
Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi bagi Ayman Modjo. Ia mengakui kesulitan beradaptasi dengan kondisi lapangan dan pergerakannya belum maksimal, yang membuatnya tertinggal jauh di gim pertama. Adaptasi dan kemampuan membaca permainan lawan menjadi fokus perbaikan bagi Ayman Modjo ke depan.
Meskipun memiliki kedekatan dengan dunia hiburan, Ayman Modjo memilih jalur berbeda. Sejak usia muda, ia serius menekuni bulu tangkis dan namanya tercatat dalam berbagai kompetisi junior serta internasional. Data PBSI menunjukkan Ayman Modjo telah tampil di sejumlah turnamen internasional dan pada 2026 ia juga masuk daftar pemain PB Djarum untuk ajang Philippine International Challenge.
Menariknya, data peserta PBSI untuk Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 mencatat Ayman Modjo dengan klub Modjo Art of Badminton, Sleman. Ini menunjukkan identitas klub yang melekat padanya saat berkompetisi.
Tersingkir di babak kualifikasi memang membuat Ayman Modjo gagal melangkah ke babak utama Indonesia Masters 2026. Namun, pertandingan ini menjadi tambahan pengalaman berharga bagi pemain muda yang sedang berusaha meningkatkan jam terbang. Pengalaman menghadapi lawan dari berbagai negara adalah bagian dari prosesnya beradaptasi dengan atmosfer pertandingan internasional.
Setelah dari Pontianak, perhatian Ayman Modjo akan kembali tertuju pada agenda kompetisi berikutnya. Ia dijadwalkan tampil di Sirkuit Nasional Yogyakarta dan juga mempertimbangkan keikutsertaan dalam Thailand International Series. Setiap pertandingan memberinya kesempatan untuk membuktikan bahwa identitasnya di lapangan tidak ditentukan oleh nama besar sang ayah.






