JAKARTA, BULLETIN – Presiden Prabowo Subianto kembali merombak Kabinet Merah Putih pada Senin, 14 September 2026. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara resmi dilantik menjadi Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Suahasil Nazara langsung menyatakan komitmennya untuk menjaga Kredibilitas APBN di tengah pergantian mendadak ini.
Pergantian ini dilakukan setelah isu reshuffle menguat sejak Senin siang. Presiden Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, untuk melanjutkan sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024-2029. Pengangkatan tersebut dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026.
Dalam prosesi pelantikan, Presiden Prabowo menanyakan kesediaan Suahasil sebelum mengambil sumpah jabatan. Setelah menyatakan bersedia, Suahasil mengucapkan sumpah jabatan sebagai Menteri Keuangan di hadapan Presiden.
Beberapa jam sebelum pelantikan, Suahasil Nazara tiba di Kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 14.44 WIB. Ia mengonfirmasi telah menerima telepon dari Sekretariat Presiden, namun belum mengungkap posisi yang akan ditempatinya. Tak lama kemudian, namanya resmi diumumkan sebagai pengganti Purbaya Yudhi Sadewa.
Di sisi lain, Purbaya Yudhi Sadewa masih menjalankan agenda pemerintahan, menghadiri rapat bersama Komite IV DPD RI yang membahas RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan. Ia dilaporkan tiba-tiba meninggalkan ruangan setelah menerima telepon, bertepatan dengan beredarnya kabar mengenai pergantian dirinya. Purbaya sendiri baru sekitar satu tahun menjabat Menteri Keuangan, dilantik pada September 2025 menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Setelah dilantik, Suahasil Nazara menegaskan bahwa pergantian Menteri Keuangan ini adalah kelanjutan, bukan perubahan arah kebijakan yang drastis. Ia berkomitmen menjaga Kredibilitas APBN sebagai prioritas utama.
“Menurut saya ini bukan perubahan, ini adalah kelanjutan saja, bukan perubahan, kelanjutan. Kan teman-teman juga tahu saya selama ini juga di dalam Kementerian Keuangan,” kata Suahasil Nazara.
Suahasil menambahkan, Presiden Prabowo mengarahkan dirinya untuk menjaga kesehatan dan Kredibilitas APBN negara. Tugas tersebut menjadi penting karena Kementerian Keuangan berada di garis depan dalam menjaga kesinambungan APBN sekaligus membiayai program prioritas pemerintah.
“Prioritasnya adalah menjalankan APBN yang kredibel. Jadi saya akan terus menjalankan APBN yang dapat dipercaya, komunikasi publik yang dapat dipercaya, dan juga akan memastikan bahwa apa yang dilakukan oleh APBN adalah mendukung program prioritas pemerintah,” ujarnya.
Ia juga menegaskan defisit APBN akan dijaga tetap di bawah 3 persen sesuai ketentuan yang berlaku untuk menjaga Kredibilitas APBN.
Suahasil Nazara mengakui belum sempat berkomunikasi dengan Purbaya sebelum pelantikan. Namun, ia memastikan proses transisi kepemimpinan di Kementerian Keuangan akan dilakukan secara terkoordinasi untuk mempertahankan Kredibilitas APBN.
“Transisi pasti harus kita koordinasikan dengan baik dan setelah ini saya akan kembali ke Kementerian Keuangan dan kami akan melanjutkan pekerjaan Kementerian Keuangan seperti biasa,” kata Suahasil Nazara.
Pergantian ini menjadikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan ketiga pada pemerintahan Prabowo-Gibran, setelah Sri Mulyani Indrawati dan Purbaya Yudhi Sadewa.
Pergantian Menteri Keuangan secara mendadak menjadi perhatian karena posisi tersebut sangat menentukan arah kebijakan fiskal dan persepsi pasar terhadap pengelolaan ekonomi Indonesia. Reuters melaporkan, pergantian Purbaya oleh Suahasil merupakan perubahan ketiga pada posisi Menteri Keuangan dalam waktu kurang dari dua tahun pemerintahan Prabowo. Laporan tersebut juga menyoroti pentingnya kepastian kebijakan ekonomi dan upaya menjaga kepercayaan investor terhadap Kredibilitas APBN.
Namun, Suahasil Nazara menyatakan tidak melihat pergantian tersebut sebagai perubahan arah yang mendasar. Ia memilih menekankan kesinambungan kebijakan, Kredibilitas APBN, komunikasi publik, serta disiplin fiskal. Kini, tantangan utama berada di tangan Suahasil Nazara untuk memastikan transisi berlangsung mulus sekaligus menjaga APBN tetap kredibel di tengah kebutuhan pembiayaan berbagai program prioritas pemerintah.
Sementara itu, posisi Purbaya Yudhi Sadewa setelah tidak lagi menjabat Menteri Keuangan belum diumumkan secara jelas oleh pihak Istana.






