PALU, BULLETIN – Tiga awak KM Balama GT 27 berhasil ditemukan dalam kondisi selamat pada Senin (14/9), setelah sebelumnya mengalami gangguan mesin dan kehilangan kontak di perairan antara Luwuk dan Taliabu. Penemuan ini membawa kabar baik bagi keluarga dan mengakhiri kekhawatiran terkait nasib Awak KM Balama Selamat tersebut.
KM Balama GT 27 yang membawa tiga orang (POB) ini sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Rakyat, Kabupaten Banggai, pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 01.00 WITA. Kapal ini bertujuan ke Jorjoga, Kabupaten Taliabu. Pencarian terhadap Awak KM Balama Selamat ini dilakukan oleh tim gabungan yang sigap merespons laporan.
Sekitar pukul 12.14 WITA di hari keberangkatan, kapal tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah berupa pecahnya plendes atau as mesin. Setelah insiden tersebut, kapal langsung kehilangan kontak, sehingga tim SAR harus dikerahkan untuk mencari para Awak KM Balama Selamat.
Tim SAR Gabungan memulai operasi pencarian pada Senin pagi pukul 07.00 WITA, dengan menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) di area yang telah ditentukan. Upaya ini difokuskan untuk menemukan posisi KM Balama GT 27 dan memastikan kondisi Awak KM Balama Selamat.
Dalam proses pencarian tersebut, KM Aldaisar berhasil menemukan KM Balama GT 27 beserta ketiga awaknya dalam kondisi utuh dan selamat. Kapal ditemukan pada koordinat 0°1’7.62″S – 124°25’24.00″E, dengan jarak sekitar 84 NM dari lokasi awal kejadian. Penemuan ini memastikan bahwa Awak KM Balama Selamat.
Selanjutnya, KM Balama GT 27 ditarik menuju daratan terdekat, yakni di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Proses penarikan ini dilakukan untuk mengevakuasi kapal dan para Awak KM Balama Selamat ke tempat yang aman.
Tiga awak yang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat adalah Ismail sebagai Nahkoda, Hasan Usman selaku Kepala Kamar Mesin (KKM), dan La Alami. Mereka semua dalam kondisi baik, mengakhiri kekhawatiran atas Awak KM Balama Selamat.
Operasi pencarian dan penyelamatan ini melibatkan berbagai unsur, termasuk Tim Rescue Pos SAR Luwuk, ABK KN SAR Bhisma, Tim Rescue USS Banggai Laut, Syahbandar Luwuk, BPBD Banggai Laut, PMI Banggai Laut, serta pihak pemilik kapal dan masyarakat setempat. Dengan ditemukannya seluruh awak, operasi SAR diusulkan untuk ditutup.






