Foto Masjid Terapung Menang di SFI ke-46, Rekam Jejak Tsunami Palu dari Balik Lensa

  • Whatsapp
Iman Rosyadi salah satu pemenang dalam lomba fotografi Salon Foto Indonesia (SFI) ke-46 Palu 2026. (Foto:Indrawati )

PALU, BULLETIN.ID – Masjid Terapung Kampung Lere tidak sekadar menjadi objek fotografi dalam Salon Foto Indonesia (SFI) ke-46 Palu 2026. Di balik bidikan Iman Rosyadi, bangunan tersebut menjadi rekaman visual tentang jejak gempa dan tsunami yang Palu pada 28 September 2018.

Karya yang mengangkat Masjid Terapung Kampung Lere itu mengantarkan Iman Rosyadi menjadi pemenang lomba fotografi SFI 2026. Ia menerima penghargaan berupa plakat dan uang tunai dalam penganugerahan SFI ke-46 di Atrium Palu Grand Mall, Jumat (25/9) malam.

Kemenangan tersebut menjadi sorotan karena karya yang dihasilkan tidak hanya menawarkan komposisi visual, tetapi juga membawa cerita tentang sebuah kawasan yang pernah berada di tengah tragedi bencana.

Melalui fotografi, jejak peristiwa 28 September 2018 kembali dihadirkan dalam bentuk visual. Objek yang mungkin dipandang sebagai bagian dari lanskap Kota Palu diterjemahkan menjadi karya yang menyimpan ingatan tentang bencana sekaligus perubahan yang terjadi setelahnya.

SFI ke-46 sendiri mengusung tema “Resonance of Light” dan untuk pertama kalinya digelar di Sulawesi Tengah. Pameran berlangsung 25-27 September 2026 dan menampilkan karya fotografer dari berbagai daerah di Indonesia dengan beragam tema, mulai seni, budaya hingga kehidupan sosial.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido mengatakan, kekuatan fotografi terletak pada kemampuan menghadirkan perspektif berbeda terhadap sebuah objek.

Menurutnya, sesuatu yang terlihat biasa dari satu sudut pandang dapat memiliki makna berbeda ketika ditangkap melalui perspektif seorang fotografer.

“Menang atau kalah dalam sebuah perlombaan merupakan bagian dari proses. Namun, karya yang lebih baik akan selalu meninggalkan kesan,” kata Reny.

Penyelenggaraan SFI di Palu juga menjadi ruang bagi fotografer daerah untuk berhadapan langsung dengan karya-karya fotografer dari berbagai wilayah Indonesia.

Berita Pilihan :  Bazar Murah TNI di Palu, Warga Berburu Kebutuhan Pokok Harga Dengan Terjangka

Ketua Umum Federasi Perkumpulan Senifoto Indonesia (FPSI), Agatha Anne Bunanta, mengatakan penghargaan yang diterima para fotografer diharapkan menjadi pemicu untuk terus menghasilkan karya sekaligus menjaga kualitas fotografi Indonesia.

“Setiap karya adalah bagian dari semangat untuk terus mengembangkan seni dan fotografi di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Agatha, kehadiran komunitas fotografi dari berbagai daerah di Palu juga membuka ruang untuk memperkenalkan Sulawesi Tengah melalui perspektif para fotografer yang datang dan menghasilkan karya selama berada di daerah ini.

Sementara itu, Ketua Fotografer Amatir Sulawesi Tengah (FAS), Ichsan Said, mengatakan perkembangan fotografi di Sulawesi Tengah semakin terlihat dari kemampuan fotografer lokal menghasilkan karya dengan bahasa visual yang matang dan gagasan yang berani.

Ia menyebut SFI ke-46 menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa fotografer Sulawesi Tengah memiliki ruang untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Ini adalah panggung pembuktian bahwa dari sudut mana pun kita memandang Indonesia, setiap karya visual memiliki kekuatan untuk menyatukan rasa, mengetuk empati, dan menggerakkan bangsa,” katanya.

Selain kategori utama, penganugerahan SFI ke-46 juga diberikan kepada para pemenang dalam sejumlah kategori, di antaranya Cetak Warna, Cetak Monokrom, Softcopy Travel, dan Softcopy Street.

Pameran SFI ke-46 Palu 2026 masih dapat dikunjungi masyarakat hingga Ahad (27/9).

Kehadiran karya pemenang yang memotret Masjid Terapung Kampung Lere menunjukkan bahwa fotografi tidak berhenti pada persoalan keindahan gambar. Sebuah foto juga dapat menjadi cara untuk menyimpan ingatan, membaca perubahan, dan menceritakan kembali sejarah sebuah kota melalui satu bingkai.

Pos terkait