Banjir Toribulu Rendam 160 Rumah, 8 KK Kehilangan Persediaan Beras

  • Whatsapp
Banjir merendam sedikitnya 160 rumah di empat desa di Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Minggu (27/9/2026). (Foto:Ist)

PARIGI MOUTONG – Banjir merendam sedikitnya 160 rumah di empat desa di Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Minggu (27/9/2026). 

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun pengungsian, banjir tersebut memperlihatkan persoalan kapasitas sungai dan infrastruktur pengendali aliran air yang perlu segera dibenahi.

Banjir terjadi sekitar pukul 06.10 WITA setelah hujan deras berlangsung cukup lama di wilayah Toribulu. Debit sungai meningkat hingga air meluap dan masuk ke permukiman warga di Desa Toribulu Selatan, Tomoli Utara, Sibalago, dan Singura.

Data TRC dan Pusdalops BPBD Sulawesi Tengah mencatat 155 KK terdampak, dengan rincian 25 rumah di Desa Sibalago, 35 rumah di Toribulu Selatan, 30 rumah di Singura, dan 70 rumah di Tomoli Utara.

Di Desa Toribulu Selatan, persoalan tidak hanya berkaitan dengan tingginya debit sungai. Dua unit plat duiker di Jalan Trans dan satu unit plat duiker di depan kantor camat disebut tidak mampu menampung debit air secara optimal serta tersumbat material dan sampah.

Kondisi tersebut membuat aliran air tidak berjalan optimal ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Sementara di Desa Sibalago, pasangan bronjong di tepi sungai mengalami penurunan, sehingga membutuhkan perbaikan untuk mencegah kerusakan tebing sungai semakin meluas.

Dampak banjir juga cukup signifikan di Desa Tomoli Utara. Sebanyak 70 rumah terdampak, dengan 52 KK berada di Dusun I dan 18 KK di Dusun II.

Kelompok rentan ikut terdampak. Di Dusun I tercatat 10 bayi, 15 balita, dan 17 lansia. Sedangkan di Dusun II terdapat empat bayi, 12 balita, dan 19 lansia.

Di Desa Singura, banjir merendam 30 rumah serta berdampak pada fasilitas pendidikan, masing-masing satu taman kanak-kanak, satu sekolah dasar, dan satu sekolah menengah pertama.

Delapan KK Kehilangan Beras

Banjir memang telah surut dan tidak memaksa warga mengungsi. Namun, dampak terhadap kebutuhan dasar warga masih tersisa.

Berita Pilihan :  Dua Desa di Sigi Serahkan Dokumen Pengelolaan Sampah berbasis Desa    

BPBD melaporkan delapan KK di Desa Sibalago membutuhkan bantuan logistik mendesak setelah persediaan beras mereka hanyut terbawa banjir.

Kondisi tersebut membuat penanganan pascabencana tidak cukup hanya dengan memastikan air kembali surut. Bantuan pangan menjadi kebutuhan langsung bagi warga yang kehilangan persediaan akibat banjir.

BPBD Sulawesi Tengah bersama BPBD Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan asesmen dan koordinasi penanganan di lokasi terdampak.

BPBD mencatat sejumlah kebutuhan yang harus segera ditangani untuk mengurangi risiko banjir kembali terjadi.

Kebutuhan tersebut meliputi logistik penanganan bencana, perbaikan bronjong yang mengalami penurunan di Sibalago, normalisasi sungai di empat desa terdampak, pelebaran jembatan plat duiker di Toribulu Selatan, serta pembangunan bronjong di Tomoli Utara.

Daftar kebutuhan itu menunjukkan bahwa persoalan banjir di Toribulu tidak berhenti pada penanganan darurat. Infrastruktur sungai dan bangunan pengendali aliran air menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko bencana berikutnya.

Terlebih, terdapat beberapa titik yang sudah menunjukkan kerentanan, mulai dari bronjong yang turun, sungai yang membutuhkan normalisasi hingga plat duiker yang tidak mampu menampung debit air dan tersumbat material.

Karena itu, penanganan jangka panjang diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali berulang ketika hujan deras dengan intensitas tinggi terjadi.

BPBD menyatakan kondisi terakhir banjir telah surut. Tidak terdapat korban jiwa dan hingga laporan diterima juga tidak ada warga yang mengungsi.

Namun, kebutuhan logistik bagi delapan KK di Sibalago serta perbaikan sejumlah infrastruktur masih menjadi pekerjaan lanjutan pemerintah daerah.

Laporan kejadian ini disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah Asbudianto berdasarkan hasil pemantauan TRC dan Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Parigi Moutong.

Pos terkait