Electronic Medical Record Dorong Peningkatan Mutu Pelayanan di Ruang Bersalin

  • Whatsapp
Sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Sistem Informasi Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan, empat mahasiswa Program Studi Magister Kebidanan Universitas Aisyiyah Yogyakarta Angkatan XIII, yakni Ulfiana, Rarania Tilana Wulandari, Siti Lisdia Nur Ranni, dan Elismi Haryanti, melakukan evaluasi penerapan EMR di ruang bersalin RS PKU Muhammadiyah Gamping. Foto:Ist

YOGYAKARTA,BULLETIN.ID  – Transformasi digital di sektor kesehatan tidak lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk menjawab tuntutan pelayanan yang semakin cepat, akurat, dan berorientasi pada keselamatan pasien. 

Salah satu inovasi yang kini menjadi tulang punggung layanan rumah sakit adalah penerapan Electronic Medical Record (EMR) atau rekam medis elektronik.

Di ruang bersalin, keberadaan EMR memiliki peran yang sangat krusial. Setiap tahapan pelayanan, mulai dari pemeriksaan ibu hamil, pemantauan proses persalinan, pemberian terapi, hingga kondisi bayi setelah lahir, membutuhkan dokumentasi yang tepat dan mudah diakses. Kesalahan pencatatan atau keterlambatan informasi dapat berdampak langsung pada kualitas pelayanan dan keselamatan pasien.

Dosen Program Magister Kebidanan Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Dr. Bdn. Farida Kartini, S.Ag.,M.sc, menegaskan bahwa EMR bukan sekadar pengganti pencatatan manual, melainkan instrumen strategis yang mendukung tata kelola data pasien secara lebih terintegrasi, aman, dan efisien.

“Penerapan EMR menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan kesehatan yang lebih cepat, akurat, efisien, dan terintegrasi,” ujarnya.

Sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Sistem Informasi Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan, empat mahasiswa Program Studi Magister Kebidanan Universitas Aisyiyah Yogyakarta https://www.unisyaogya.ac.id/id Angkatan XIII, yakni Ulfiana, Rarania Tilana Wulandari, Siti Lisdia Nur Ranni, dan Elismi Haryanti, melakukan evaluasi penerapan EMR di ruang bersalin RS PKU Muhammadiyah Gamping.

Kegiatan tersebut menjadi menarik karena melibatkan kolaborasi lintas disiplin bersama mahasiswa Program Studi S1 Teknik Informatika. Di bawah bimbingan Dr. Farida Kartini dan Tri Suwarno, S.Kom., M.Kom., serta Clinical Instructor lahan praktik Bdn. Siti Khotijah, S.Keb., para mahasiswa mengkaji efektivitas sistem EMR dari dua perspektif berbeda.

Mahasiswa kebidanan fokus menelaah kebutuhan dokumentasi klinis dan alur pelayanan pasien, sementara mahasiswa teknik informatika mengevaluasi aspek teknologi, pengelolaan data, dan performa sistem yang digunakan rumah sakit.

Berita Pilihan :  CPM dan Roemah Jurnalis Dorong Pengurangan Sampah Plastik Saat Idul Adha

Kolaborasi tersebut mencerminkan perubahan paradigma pelayanan kesehatan modern yang tidak hanya bergantung pada kompetensi tenaga medis, tetapi juga pada dukungan teknologi informasi yang mampu mempercepat pengambilan keputusan klinis.

Dalam evaluasi tersebut, sejumlah aspek menjadi perhatian, di antaranya kemudahan penggunaan sistem, kecepatan akses informasi pasien, kelengkapan data medis, keamanan informasi, serta kemampuan EMR dalam mendukung koordinasi antarprofesi kesehatan.

Sistem yang berjalan optimal memungkinkan tenaga kesehatan memperoleh informasi pasien secara real-time sehingga keputusan medis dapat diambil lebih cepat dan tepat. Kondisi ini menjadi sangat penting di ruang bersalin yang memiliki tingkat dinamika tinggi dan sering kali membutuhkan respons cepat terhadap perubahan kondisi ibu maupun bayi.

Meski demikian, implementasi EMR masih menghadapi sejumlah tantangan. Kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penentu keberhasilan digitalisasi layanan kesehatan. Rumah sakit perlu memastikan seluruh tenaga kesehatan memiliki kemampuan yang memadai dalam mengoperasikan sistem melalui pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan.

Selain itu, perlindungan data pasien menjadi isu yang tidak dapat diabaikan. Rekam medis elektronik memuat informasi pribadi yang bersifat rahasia sehingga memerlukan sistem keamanan yang kuat untuk mencegah kebocoran maupun penyalahgunaan data.

Hasil evaluasi ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi rumah sakit dalam mengembangkan sistem informasi kesehatan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pelayanan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan mutu pelayanan kesehatan di era digital menuntut sinergi antara ilmu kesehatan dan teknologi informasi.

Dengan sistem rekam medis elektronik yang semakin efektif, pelayanan kebidanan di ruang bersalin diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih cepat, akurat, efisien, serta menjamin keselamatan ibu dan bayi sebagai prioritas utama dalam setiap proses persalinan.

Pos terkait