Pemkot Palu Gandeng BTN Perkuat Budaya Menabung Pelajar

  • Whatsapp
Pertemuan Pemerintah Kota Palu dengan jajaran Direksi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk di Rumah Jabatan Wali Kota, Jumat (17/7/2026), Foto:Imron

PALU,BULLETIN.ID  – Pertemuan Pemerintah Kota Palu dengan jajaran Direksi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk di Rumah Jabatan Wali Kota, Jumat (17/7/2026), tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi. 

Di balik kunjungan tersebut, tersirat komitmen bersama membangun fondasi ekonomi masyarakat melalui penguatan literasi keuangan sejak usia dini hingga percepatan transformasi digital dalam pelayanan publik.

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menerima langsung rombongan Direksi BTN yang dipimpin Direktur Treasury and International Banking bersama Kepala Kantor Wilayah BTN Sulampua Romeo Daniel dan Branch Manager BTN KC Palu yang baru, Herry Gerald Talupun. 

Pertemuan itu juga menjadi momentum perkenalan resmi pimpinan baru BTN KC Palu sekaligus membahas sejumlah agenda strategis yang berpotensi memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor perbankan.

Salah satu fokus utama yang disampaikan Wali Kota adalah program pembentukan budaya menabung bagi pelajar. 

Program tersebut mewajibkan setiap siswa memiliki tabungan dengan setoran minimal Rp2.000 per hari, yang dirancang tidak dapat dicairkan hingga sekitar sembilan tahun, sejak jenjang sekolah dasar hingga lulus sekolah menengah pertama.

Bagi Pemerintah Kota Palu, kebijakan tersebut bukan semata mengumpulkan dana, melainkan membangun karakter generasi muda agar terbiasa merencanakan masa depan melalui pengelolaan keuangan yang disiplin.

“Kami ingin membangun kebiasaan menabung sejak dini. Orang tua harus mulai memikirkan masa depan anak-anaknya, karena menabung merupakan investasi yang sangat penting untuk masa depan,” ujar Hadianto Rasyid.

Program itu juga diharapkan menjadi instrumen untuk meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pentingnya perencanaan keuangan keluarga, sekaligus memperluas inklusi keuangan di kalangan masyarakat sejak usia sekolah.

Berita Pilihan :  Lima Hari Menyisir Perairan Kasuari, Tim SAR Belum Temukan Nelayan Hilang

Selain isu literasi keuangan, pembahasan juga mengarah pada penguatan digitalisasi sistem pembayaran di Kota Palu. 

Pemerintah Kota dan BTN menjajaki peluang kolaborasi dalam memperluas penggunaan transaksi non-tunai pada berbagai layanan publik, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih cepat, transparan, dan efisien.

Transformasi pembayaran digital dinilai menjadi bagian penting dari modernisasi tata kelola pemerintahan sekaligus mendukung terbentuknya ekosistem ekonomi digital di daerah.

Pihak BTN menyampaikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang dijalankan Pemerintah Kota Palu, khususnya upaya menanamkan literasi dan inklusi keuangan kepada generasi muda. 

Bank pelat merah tersebut juga menegaskan komitmennya untuk mendukung berbagai program strategis pemerintah daerah, baik melalui penguatan layanan perbankan maupun pengembangan sistem pembayaran digital.

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga perbankan ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik. 

Di Kota Palu, investasi juga diarahkan pada pembangunan kualitas sumber daya manusia melalui pembiasaan mengelola keuangan sejak dini, sembari menyiapkan ekosistem layanan publik yang semakin terdigitalisasi.

Pos terkait