Lima Hari Menyisir Perairan Kasuari, Tim SAR Belum Temukan Nelayan Hilang

  • Whatsapp
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu resmi menutup Operasi SAR pada Kamis (16/7), setelah seluruh upaya pencarian tidak membuahkan hasil. Foto:Ist

PALU,BULLETIN.ID — Harapan menemukan Wiranto (28), nelayan asal Desa Kasuari, Kecamatan Bokan Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut, akhirnya harus dihentikan setelah lima hari pencarian intensif di tengah luasnya perairan dan kondisi cuaca yang tak menentu. 

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu resmi menutup Operasi SAR pada Kamis (16/7), setelah seluruh upaya pencarian tidak membuahkan hasil.

Penghentian operasi bukan berarti pencarian berakhir dengan jawaban. 

Bagi keluarga, keputusan itu menjadi titik ketika harapan harus berdampingan dengan ketidakpastian, sementara bagi tim penyelamat, itu merupakan akhir dari rangkaian operasi yang telah mengerahkan seluruh kemampuan sesuai prosedur pencarian dan pertolongan.

Wiranto dilaporkan hilang kontak setelah memutuskan tetap melanjutkan aktivitas memancing di Perairan Desa Kasuari pada Sabtu (11/7). 

Saat itu, sekitar pukul 12.00 Wita, rekan yang memancing bersamanya mengajak kembali ke daratan karena cuaca mulai memburuk. Namun, Wiranto memilih bertahan di laut.

Sejak saat itu, keberadaannya tidak lagi diketahui. 

Hingga sore hari korban tak kunjung kembali dan tidak dapat dihubungi. Keluarga bersama masyarakat nelayan sempat melakukan pencarian secara mandiri sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada Unit Siaga SAR Banggai Laut.

Selama lima hari operasi, Tim SAR Gabungan menyisir perairan menggunakan dua perahu nelayan yang dibagi ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU). Area pencarian terus diperluas hingga mencapai radius 35 nautical mile (Nm) dari lokasi terakhir korban diketahui berada.

Besarnya cakupan wilayah pencarian menjadi tantangan utama. Di sisi lain, perubahan cuaca, arus laut, serta hembusan angin yang terus berubah membuat proses penyisiran harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Meski demikian, seluruh personel tetap menjalankan operasi sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas dengan mengutamakan keselamatan tim di lapangan.

Berita Pilihan :  Nelayan Hilang di Perairan Banggai Laut

Pada hari terakhir operasi, Kamis (16/7), Tim SAR Gabungan kembali mengawali kegiatan dengan briefing untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, serta strategi pencarian. Penyisiran dilakukan hingga sore hari, namun tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan korban.

Pukul 17.00 Wita, Tim SAR Gabungan bersama keluarga korban dan pemerintah desa menggelar musyawarah. Berdasarkan hasil kesepakatan bersama, operasi pencarian resmi dihentikan dan memasuki tahap pemantauan.

Basarnas menegaskan, apabila di kemudian hari muncul informasi atau petunjuk baru terkait keberadaan Wiranto, operasi pencarian dapat kembali dibuka sesuai ketentuan yang berlaku.

Operasi ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Tim Rescue Unit Siaga SAR Banggai Laut, BPBD Kabupaten Banggai Laut, Bhabinkamtibmas, aparat pemerintah setempat, hingga masyarakat nelayan yang sejak awal turut membantu pencarian. 

Beragam peralatan turut dikerahkan, di antaranya perahu nelayan, perlengkapan water rescue, alat navigasi, komunikasi, medis, dan evakuasi.

Selama hari kelima pencarian, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berawan dengan kecepatan angin berkisar 7–26 knot, tinggi gelombang 0,5–1,25 meter, serta arah angin bertiup dari tenggara.

Peristiwa hilangnya Wiranto kembali menjadi pengingat besarnya risiko yang dihadapi nelayan tradisional ketika melaut, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki karakter cuaca dan dinamika perairan yang dapat berubah dalam waktu singkat. 

Di tengah tuntutan mencari nafkah, keputusan untuk tetap bertahan di laut saat cuaca mulai memburuk dapat berujung pada situasi yang sulit diprediksi.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan, pemerintah daerah, aparat keamanan, masyarakat, serta keluarga korban yang telah bekerja sama selama pelaksanaan operasi pencarian.

Pos terkait